Tiga Rahasia Umur Panjang
2018 / Januari / 4   13:00

Tiga Rahasia Umur Panjang

Para peneliti telah menemukan tiga hal yang bisa membantu kita hidup lebih lama. Apa sajakah itu?

Tiga Rahasia Umur PanjangKame Ogido, 89 tahun, salah satu warga Okinawa usia lanjut. Warga Jepang cenderung hidup lebih lama dari rata-rata orang lainnya di bumi. (David Mclain/National Geographic)

Jika Anda ingin hidup sampai usia 100, sebaiknya berhenti merokok, menjaga kadar kolesterol agar tetap rendah, dan jangan minum kopi lebih dari empat gelas dalam sehari.

Ketiga hal tersebut merupakan tips dari para peneliti yang menganalisis data 855 pria Swedia yang lahir pada 1913. Sembilan di antaranya sudah merayakan ulang tahunnya yang ke-100.

Para peneliti dari University of Gothenburg melakukan survei pada partisipan saat mereka berusia 54, 60, 65, 75, 80, dan 100. Dari situ, para peneliti bisa melihat faktor-faktor apa saja yang bisa membuat mereka panjang umur.

(Baca juga: Enam ‘Superfood’ yang Akan Menjadi Tren di 2018)

Dr. Lars Wilhelmsen, yang terlibat pada studi ini lebih dari 50 tahun, mengatakan bahwa desain studi yang unik ini memungkinkan kita untuk mengetahui faktor seseorang bertahan lebih dari usia 50 tahun.

“Rekomendasi kami kepada orang-orang yang ingin menjadi centenarians (berumur lebih dari 100 tahun) adalah jangan merokok, mengatur kadar kolesterol dan membatasi empat gelas kopi per hari,” paparnya.

Studi yang dipublikasikan pada Scandinavian Cardiovascular Journal menemukan fakta bahwa 27% partisipan berhasil hidup hingga usia 80. Dan 13% mencapai 90 tahun.

Dari semua kematian yang terjadi di usia 80, 42%nya disebabkan oleh penyakit jantung, 20% infeksi, 8% stroke, dan 8% dari kanker, 6% pneumonia, dan 16% disebabkan oleh penyakit lainnya.

Dr. Wilhelmsen menambahkan, faktor genetis ibu juga berperan dalam usia panjang partisipan tersebut. Meskipun tidak sebesar ketiga hal terkait gaya hidup tadi.

(Baca juga: Sering Pusing Saat Bangkit Dari Duduk? Berikut Penyebabnya)

Dua partisipan yang berusia lebih dari 100 tahun, keluar dari penelitian ini karena demensia dan alasan personal.

Dari tujuh yang tersisa, dua di antaranya tinggal di rumah, dan lima orang dirawat dengan tenaga bantuan. Mereka semua tidak ada yang merokok, juga memiliki kognisi temporal dan spasial yang baik (mampu mengenali ruang dan waktu).

Meskipun secara umum mereka sudah sulit berjalan, namun orang-orang berusia 100 tahun ini memiliki postur tubuh yang langsing dan ideal.

“Biasanya kami melakukan survei di rumah sakit, namun kami mengunjungi tujuh centenarians itu di rumah. Mereka semua sangat sehat, senang dengan kondisinya, dan bahagia tinggal di tempatnya saat ini,” kata dr. Wilhelmsen.

(Gita Laras Widyaningrum/Sumber: news.com.au)

KOMENTAR