Tiga Generasi Keluarga Ini Mengidap Jenis Kanker yang Sama
2018 / Januari / 5   17:00

Tiga Generasi Keluarga Ini Mengidap Jenis Kanker yang Sama

Pat Boughen (83) dari Yorkshire, Inggris, menderita jenis kanker yang sama dengan anak dan cucunya. Namun, penyebab utamanya bukanlah faktor keturunan.

Tiga Generasi Keluarga Ini Mengidap Jenis Kanker yang SamaJessica, Pat dan Joanne Moss. (independent.co.uk)

Ibu dan anak asal Inggris ini sama-sama mengidap kanker hanya dengan jarak waktu lima tahun. Kondisi semakin parah ketika generasi ketiga mereka juga didiagnosis dengan jenis penyakit yang sama.

Joanne Moss didiagnosis kanker Non-Hodgkin Lymphoma pada Mei 2010 saat ia berusia 42 tahun. Setelah enam tahun perawatan, ia dinyatakan sembuh.

Sayangnya, beberapa bulan setelah kanker Joanne dinyatakan hilang, putrinya, Jessica, mengalami bengkak di leher yang diketahui merupakan Hodgkin’s Lymphoma – jenis kanker yang sama.

(Baca juga: Kisah Keluarga di Italia yang Tidak Pernah Merasakan Sakit)

Beruntung setelah melakukan operasi untuk mengangkat tumornya serta kemoterapi, kanker Jessica sembuh. Mahasiswi kedokteran mata ini, terpaksa menunda studinya selama setahun untuk menjalani terapi yang melelahkan.

Joanne dan Jessica merasa mereka sudah bisa tenang sekarang, tapi takdir berkata lain. September tahun lalu, ibu Joanne, Pat Boughen yang berusia 83 tahun, didiagnosis Hodgkin’s Lymphoma juga.

Keluarga ini mengatakan, mereka tidak memahami nasib buruk yang menaunginya. Mereka tidak hanya melewati satu trauma, tapi tiga kali. Kenyataan bahwa tiga generasi ini mengidap jenis kanker yang sama, sangat membingungkan.

Lebih menariknya lagi, tidak ada pengaruh faktor keturunan sama sekali. Ini semacam ‘undian yang kejam’.

Menolak menyerah

Keluarga ini berjanji tidak akan menyerah dengan keadaan dan semakin bersemangat melakukan kampanye mengenai kanker.  

Joanne, yang saat ini tinggal di Washingborough, Inggris, mengatakan: “Ketika Jessica didiagnosis penyakit ini, saya menerapkan ‘mode praktis’. Saya mengambil alih dan memfokuskan diri pada kebutuhannya. Saya mencatat jadwal pengobatan sambil merawatnya,” paparnya.

Namun, Joanne mengatakan, ia menjadi sangat resah dan emosional ketika mendengar ibunya mengidap penyakit yang sama.

“Ketika dokter mengabarkan, saya gemetar dan shock. Saya sangat terguncang. Perlu beberapa minggu sebelum benar-benar bisa menghadapinya. Masih tidak percaya penyakit ini menghampiri keluarga kami lagi,” cerita Joanne.

(Baca juga: Rasa Kesepian dapat Memperburuk Kesehatan)

“Setiap kami berpikir berhasil melewatinya, kanker datang lagi. Dua kali saja sudah menakutkan, apalagi tiga kali. Tidak bisa dipercaya,” ujarnya.

 Mendekatkan keluarga

Jessica yang saat ini berusia 21 tahun, sering menemani neneknya berobat. Ia mengatakan, akan berusaha membuat neneknya tetap kuat.

“Terkadang, saya masih merasa shock. Jika sudah begitu, saya akan menggenggam tangan Nana (panggilan Jessica untuk neneknya), dan itu sangat menenangkan,” katanya.

Saat ini, Pat masih menjalankan kemoterapi. Tumor di lehernya sudah hilang dan perawatannya diperkirakan akan selesai pada Maret.

“Kalian pasti berpikir ini tidak wajar. Beberapa ada yang kasihan kepada kami karena tiga generasi mengidap penyakit yang sama. Namun, musibah ini juga mendekatkan keluarga kami,” cerita Jessica.

(Gita Laras Widyaningrum/Sumber: The Independent)

KOMENTAR