Sampah Plastik Tingkatkan Risiko Penyakit Pada Terumbu Karang
2018 / Januari / 26   15:00

Sampah Plastik Tingkatkan Risiko Penyakit Pada Terumbu Karang

Kontak antara sampah plastik dan terumbu karang meningkatkan risiko penyakit dari 4 hingga 89 persen. Jika dibiarkan, ini bisa membunuh populasi terumbu karang.

Sampah Plastik Tingkatkan Risiko Penyakit Pada Terumbu KarangPenigkatan penyakit disebabkan oleh plastik yang menghalangi cahaya dan oksigen untuk mencapai karang. (Kathryn Berry)

Menurut sebuah studi terbaru, sampah plastik yang terjebak di terumbu karang di seluruh dunia memiliki dampak yang penting pada kesehatan mereka.

Para peneliti dari Cornell University menyatakan, lebih dari 11 miliar potongan plastik tersangkut di terumbu karang laut Asia Pasifik. Potongan tersebut mengarah pada prevalensi penyakit terumbu karang yang lebih besar.

Studi yang dipublikasikan pada jurnal Science ini menunjukkan bahwa kontak dengan plastik meningkatkan risiko penyakit yang menyerang karang dari empat persen hingga 89 persen.

(Baca juga: Melihat Fosil Penyu dan Terumbu Karang di Gua Batu Cermin)

“Penelitian kami menunjukkan bahwa polusi plastik membunuh karang-karang itu,” ujar pemimpin penelitian, Profesor Drew Harvell, yang juga ahli ekologi di Cornell University.

Peningkatan penyakit disebabkan oleh plastik-plastik yang menghalangi cahaya dan oksigen untuk mencapai karang. Padahal, kedua hal tersebut sangat penting untuk membuat mereka bertahan hidup.

Terampasnya cahaya dan oksigen juga membuat terumbu karang semakin rentan dengan infeksi mikroba berbahaya.

Plastik yang tersangkut pada ...Plastik yang tersangkut pada terumbu karang. (Lalita Putchim)

Beberapa studi sebelumnya menunjukkan bahwa plastik menyediakan tempat terbaik bagi koloni mikroba. “Plastik yang terbuat dari polipropilena, seperti tutup botol dan sikat gigi, terbukti dihuni oleh bakteri. Ini berkaitan dengan penyakit yang merusak karang, dikenal dengan sebutan ‘sindrom putih’ (white syndrome),” kata dr. Joleah Lamb, ahli biologi kelautan di Cornell University.

‘Sindrom putih’ disebarkan oleh bakteri. Menjadi penyebab kematian karang dengan meninggalkan jaringan putih.

(Baca juga: Pemutihan Terumbu Karang Terekam dalam Video)

“Yang menjadi masalah dari penyakit ini adalah, ketika jaringan tisu pada karang rusak, maka itu tidak bisa disembuhkan lagi. Ini seperti memiliki gangren (luka yang membusuk) di kaki, tetapi tidak tahu bagaimana cara menghentikannya agar tidak menyebar ke seluruh tubuh,” tambahnya.

Dengan meningkatkan kerentanan karang pada penyakit, plastik berkontribusi pada kepunahan terumbu karang di dunia. Sebelumnya, terumbu karang sudah terancam keselamatannya akibat serangkaian peristiwa pemutihan yang disebabkan perubahan iklim.

(Gita Laras Widyaningrum/Sumber: The Independent)

KOMENTAR