Peneliti: Bahan Dinamit Bisa Obati Gangguan Ereksi

Peneliti: Bahan Dinamit Bisa Obati Gangguan Ereksi

Nitrogliserin yang bersifat mudah terbakar dapat melepaskan gas oksida nitrat yang memperlebar pembuluh darah dan meningkatkan aliran darah ke penis.

Peneliti: Bahan Dinamit Bisa Obati Gangguan EreksiNitrogliserin adalah salah satu bahan berbahaya yang membuat dinamit bisa meledak. (Mike Watson/Thinkstock)

Nitrogliserin adalah salah satu bahan berbahaya yang membuat dinamit bisa meledak. Namun, sebuah uji coba menunjukkan bahwa dalam jumlah kecil, nitrogliserin ternyata dapat digunakan untuk menyembuhkan masalah disfungsi ereksi pada pria.

Penelitian dilakukan oleh University College Hospital di London terhadap 220 pria yang mengalami masalah ereksi. Peserta diminta mengoleskan atau menggosokan gel berbahan nitrogliserin ke buah zakar mereka.

Dari hasil penelitian, nitrogliserin yang bersifat mudah terbakar tersebut dapat melepaskan gas oksida nitrat yang memperlebar pembuluh darah dan meningkatkan aliran darah ke penis.

(Baca juga: Kopi Bisa Mengatasi Disfungsi Ereksi)

Ahli medis dan ilmuwan pun berharap agar gel baru tersebut dapat membantu pria yang tidak lagi percaya akan obat kuat lainnya untuk mengatasai gangguan disfunsgi ereksi mereka.

Hasil penelitian menunjukan bahwa 44% responden mengatakan bahwa obat tersebut mulai bekerja dalam lima menit usai memakainya. Ini 12 kali lebih cepat dari pada Viagra.

70% juga mengatakan bahwa mereka terangsang secara seksual dalam 10 menit atau kurang, setelah menggunakan obat tersebut.

"Ada potensi keuntungan, termasuk potensi tindakan cepat dan kemudahan penggunaan," kata David Ralph, seorang ahli bedah kepada Sun.

(Baca juga: Bubuk Kembang Api, Awalnya Adalah Minuman Ramuan Panjang Umur Bagi Manusia)

"Pemakaiannya bisa dilakukan saat pemanasan agar meningkatkan gairah keintiman di antara pasangan," tambahnya, seperti dikutip dari Ibtimes pada hari Senin (8/1/2018). 

Namun, peneliti juga menemukan efek samping dari penggunaan gel baru ini, yaitu rasa mual dan sakit kepala.

Ke depannya, para peneliti masih akan melakukan studi lanjutan terkait metode perawatan dengan menggunakan nitrogliserin ini, sebelum temuan tersebut diarsipkan.

Artikel ini pernah tayang di Kompas.com. Baca artikel sumber. 

(Michael Hangga Wismabrata/Kompas.com)

KOMENTAR