Minum Air Mentah Berisiko Sebabkan Kematian
2018 / Januari / 5   17:14

Minum Air Mentah Berisiko Sebabkan Kematian

Air mentah dapat menampung bakteri E. coli, virus hepatitis A, senyawa karsinogenik, hingga kotoran binatang. Ini akan membawa masalah kesehatan bagi kita.

Minum Air Mentah Berisiko Sebabkan KematianIlustrasi (Shylendrahoode/Thinkstock)

Tren meminum air tanpa dimasak terlebih dahulu sedang berkembang saat ini. Kepraktisannya menjadi pilihan banyak orang. Namun, tahukah Anda? Air mentah dapat menampung bakteri E.coli, berbagai virus, parasit, dan senyawa penyebab kanker.

Dr. Donald Hensrud, Direktur Healthy Living Program di Mayo Clinic mengatakan: “Tanpa pengolahan, ada risiko akut dan kronis yang menghantui,”.

“Banyak buktinya di dunia ini. Namun, kita menolak mengabaikannya hanya karena air minum  tanpa dimasak, lebih efisien,” paparnya.

(Baca juga: Enam Patogen Ini Bertanggung Jawab Atas Kasus Diare di Dunia)

Menurut World Health Organization (WHO), meminum air mentah yang terkontaminasi menyebabkan setengah juta kematian akibat diare setiap tahunnya.

Centers for Disease Control and Prevention menyatakan, persediaan air di Amerika Serikat termasuk yang paling aman di dunia. Meskipun begitu, air harus tetap dimasak terlebih dahulu untuk menghilangkan agen penyebab penyakit kriptosporidiosis, hepatitis A, infeksi usus halus, dan patogen lainnya, termasuk E.coli.

“Semua yang membuat kita sakit bisa ditemukan di air,” ujar Bill Marler, pengacara kasus keracunan makanan asal Seattle.

(Baca juga: 10 Penyakit yang Bisa Mematikan dalam Waktu Sehari)

Ia menambahkan, di dalam air mentah bahkan ada kotoran hewan, yang bisa menyebabkan muntah dan diare – menyebabkan 4600 orang dirawat di rumah sakit per tahun.

Kolera dan hepatitis A yang menyebabkan 20 kematian di California pada 2017, juga disebabkan oleh air mentah.

Menurut Bill, tren air mentah ini mirip dengan gerakan anti vaksin. Para ‘penggemarnya’ gagal melihat argumen serta kemajuan ilmiah dan tetap bertahan pada pendapatnya yang salah.

(Sumber: Dailymail)

KOMENTAR