Berkat Kreativitas Warganya, Desa Ponggok Sukses Menjadi Desa Mandiri
Advertorial

Berkat Kreativitas Warganya, Desa Ponggok Sukses Menjadi Desa Mandiri

Desa Ponggok kini telah berubah, dari desa kurang maju menjadi desa mandiri sekaligus referensi pemerintah pusat dalam upaya mengembangkan desa-desa lainnya.

Berkat Kreativitas Warganya, Desa Ponggok Sukses Menjadi Desa MandiriPepohonan besar mengelilingi Umbul Ponggok dengan air yang jernih. Seorang pengunjung sedang snorkling menikmati pemandangan bawah air yang berisi berbagai jenis ikan. (Dhanang Dhave via Kompas.com)

Pemerintah Desa Ponggok yang terletak di Kabupaten Klaten, Provinsi Jawa Tengah, telah sukses membangun dan mengembangkan desa mereka, dari desa kurang maju dengan pendapatan tahunan hanya 14 juta Rupiah menjadi desa mandiri dengan pendapatan tahunan 4 milyar. Perubahan signifikan ini dicapai dalam periode 10 tahun sejak 2006. Berkat kreativitas komunitas lokal dan aparatur Desa Ponggok, mereka mampu meningkatkan taraf hidup masarakat lokal.

Sebelumnya, Umbul Ponggok hanyalah pemandian umum tua yang terabaikan. Tapi sejak saat itu, situs tersebut berubah berkat konsep foto bawah air yang memungkinkan para pengunjung berenang dan berswafoto di dalam air. Nama Umbul Ponggok melejit dan kian tenar setelah menyebar di media sosial. Kini, Umbul Ponggok menjadi salah satu destinasi menarik di Klaten yang menarik perhatian turis dari berbagai daerah, bahkan mancanegara.

Pariwisata menjadi pondasi utama dari seluruh kemajuan ekonomi di Desa Ponggok dengan manajemen pariwisata air sebagai ide awal untuk kesejahteraan para penduduk desa. Kesuksesan dan pencapaian Desa Ponggok tetap menghormati peraturan desa, pengaturan dan tata kelola yang dikeluarkan oleh pemerintah desa dengan Bapak Junaedhi Mulyono SH selaku kepala desanya.

“Kami berharap bahwa di masa depan, tidak ada sumber daya alam yang tidak dapat dinikmati oleh anak-cucu kita, oleh karena itu, di sini kami telah mengimplementasikan sistem manajemen yang berkelanjutan.”

Umbul Ponggok pernah menjadi sumber air yang digunakan untuk kebutuhan sehari-hari penduduk, seperti mandi dan mencuci, tapi semuanya berubah ketika pemerintah lokal menyulap Umbul Ponggok menjadi destinasi wisata air untuk kesejahteraan penduduk desa. Umbul Ponggok menjadi destinasi air utama di Desa Ponggok dan menghasilkan pendapatan yang lebih tinggi bagi kas desa.

Desa Ponggok kini telah berubah, dari desa kurang maju menjadi desa mandiri sekaligus referensi pemerintah pusat dalam upaya mengembangkan desa-desa lain di seluruh Indonesia. Hal itu dibuktikan dengan tingginya jumlah kunjungan dari pemerintah desa lain dan bahkan pemerintah kabupaten dari seluruh Indonesia yang ingin menyaksikan langsung kesuksesan Desa Ponggok.

(Lutfi Fauziah)

KOMENTAR