Timbul Pertanyaan Mengenai Asteroid Oumuamua, Batu atau Pesawat Alien?
2017 / Desember / 18   12:00

Timbul Pertanyaan Mengenai Asteroid Oumuamua, Batu atau Pesawat Alien?

Bentuk dan karakteristiknya membuat Oumuamua menjadi perhatian khusus para astronom dunia.

Timbul Pertanyaan Mengenai Asteroid Oumuamua, Batu atau Pesawat Alien?Ilustrasi ini menunjukkan asteroid antar bintang pertama yang diberi nama 1I / 2017 U1 ('Oumuamua). (M. Kornmesser / ESO.)

Bekerjasama dengan sebuah program penelitian bernama "Breakthrough Listen", para astronom akan memulai sebuah penyelidikan untuk menjawab pertanyaan mereka.

Fokus utama penelitian ini nantinya adalah apakah benar bahwa Oumuamua mentransmisikan gelombang radio. Dari keberadaan gelombang radio ini, para peneliti dapat menentukan apakah Oumumua adalah sebuah kapal luar angkasa atau hanya batuan luar angkasa.

"Semakin saya mempelajari obyek tersebut, semakin tidak biasa tampilannya, membuat saya bertanya-tanya apakah ini memang pesawat luar angkasa yang dikirim oleh peradaban asing," kata Ketua Departemen Astronomi Harvard Avi Loeb dikutip dari Science Alert, Selasa (12/12/2017) melalui Kompas.com.

(Baca juga: 'Oumuamua, Tamu Asing yang Mampir di Tata Surya Kita)

Bulan lalu, para astronom dikejutkan oleh benda langit aneh yang melintas di Tata Surya kita. Objek langit tersebut dianggap tak lazim karena bentuknya yang lonjong dan memanjang seperti cerutu. Selama ini, para astronom belum pernah melihat benda langit semacam itu di Tata Surya kita.

Objek langit itu pertama kali terlihat oleh teleskop Pan-STARRS 1 di Hawai'i tanggal 19 Oktober 2017. Saat itu, teleskop menangkap titik cahaya lemah yang bergerak di langit.

Awalnya, titik cahaya tersebut tampak seperti asteroid kecil biasa, namun pengamatan lebih lanjut selama beberapa hari berikutnya memungkinkan orbitnya dihitung dengan akurat. Perhitungan orbit menunjukkan tanpa keraguan bahwa objek ini tidak berasal dari dalam Tata Surya, tapi datang dari ruang antar bintang.

"Oumuamua pertama kali dianggap sebagai komet, tapi kemudian klasifikasi tersebut dicabut karena tidak menunjukkan tanda-tanda layaknya komet," ujar Loeb.

Meski akhirnya masuk dalam klasifikasi asteroid, nyatanya masih banyak astronom yang dibuat bingung. Sebagai contoh, bentuk Oumuamua memanjang bukan lebar, sementara kebanyakan asteroid berbentuk bulat.

Dinamika pengamatan inilah yang kemudian membuat para astronom menaruh curiga pada identitas asli Oumuamua.

Riset terhadap Omuamua sendiri sudah dimulai pada Rabu (13/12/2017) dengan mendengarkan obyek tersebut menggunakan teleskop Green Bank.

Teleskop akan memantau asteroid selama 10 jam di empat pita frekunesi radio dengan harapan para astronom bisa mendengarkan sinyal radio yang dipancarkan dari benda antar bintang tersebut.

Berbeda pendapat

Layaknya sebuah temuan, pasti memunculkan banyak hipotesa dan keraguan di sisi lain bagi orang lain. Tidak semua orang berpendapat bahwa Oumuamua adalah sebuah kapal luar angkasa. Tidak sedikit pula yang meragukan bahwa obyek tersebut tidak terbentuk secara alami.

(Baca juga: Penampakan “UFO” yang Sedang Berubah Wujud Hebohkan Warga Inggris)

Walau demikian, Direktur SETI Research Center Berkeley Andrew Siemion tidak patah semangat dan mengubur rasa penasarannya. Dia berpikir bahwa kasus Oumuamua sebagai salah satu obyek ekstraterestial terdekat yang berpotensi membangkitkan antusiasme penggemar SETI dan para peneliti.

Tidak hanya Oumuamua, Kepler, teleskop luar angkasa juga sedang mengamati gerak-gerik sebuah bintang jauh yang diberi nama KIC 8462852. Sama seperti Oumuamua, KIC 8462852 juga memiliki karakteristik yang tidak biasa. Para ahli juga mempertanyakan identitas asli bintang ini.

Dengan adanya peristiwa yang serupa ini, para ahli pun semakin mempertanyakan mengenai eksistensi peradaban maju pada sisi lain tata surya kita. Yang jelas, dengan adanya Oumuamua, peluang adanya kesempatan untuk mempelajari pertanyaan tersebut semakin besar.

Digital editor National Geographic Indonesia. Penggila fotografi, terutama fotografi hitam-putih. Galeri pribadi: www.bhismaadinaya.com

KOMENTAR