Presiden Prancis: Dunia Kalah Dalam Pertempuran Lawan Perubahan Iklim
2017 / Desember / 14   00:05

Presiden Prancis: Dunia Kalah Dalam Pertempuran Lawan Perubahan Iklim

Presiden Prancis, Emmanuel Macron, telah mengatakan kepada sesama pemimpin dunia bahwa ada kekalahan dalam pertempuran melawan perubahan iklim.

Presiden Prancis: Dunia Kalah Dalam Pertempuran Lawan Perubahan IklimDengan konsentrasi gas rumah kaca yang meningkat, sisa lapisan es Bumi (seperti di Greenland dan Antarktika) mulai meleleh. Kelebihan air ini dapat berpotensi meningkatkan permukaan laut secara signifikan. (Paul Nicklen/National Geographic)

Presiden Prancis, Emmanuel Macron, telah mengatakan kepada sesama pemimpin dunia bahwa ada kekalahan dalam pertempuran melawan perubahan iklim.

Berbicara di Konferensi Tingkat Tinggi (KTT) One Planet di Paris, Macron mengatakan bahwa kesepakatan iklim Paris 2015 berada dalam keadaan rapuh setelah Presiden Donald Trump menarik AS keluar pada bulan Juni.

"Kita tidak akan cukup cepat, tragedi muncul di sana," kata Macron.

"Kita telah berkomitmen untuk membatasi kenaikan suhu sampai 1,5 derajat Celcius, dan jika kita meneruskan jalur ini, kita menuju ke arah 3 atau 3.5.”

"Ketika saya mengatakan bahwa kita kalah dalam pertempuran, saya ingin Anda menyadari bahwa negara-negara yang disebutkan di sini, 5, 10 atau 15 di antaranya tidak akan ada lagi dalam 50, 60 atau 100 tahun.”

"Sesederhana itu."

Macron menekankan bahwa kebutuhan untuk bertindak harus dilakukan sekarang.

"Urgensinya begitu permanen dan tantangan generasi kita adalah bertindak, bertindak lebih cepat dan memenangi pertempuran melawan waktu, dan untuk menerapkan langkah-langkah konkret yang akan mengubah negara, masyarakat, ekonomi kita.”

"Agar anak kita dan mungkin juga kita bisa memilih masa depan kita dan tidak menderita melewati pemanasan global."

Dihadiri tokoh dunia

Politisi dari seluruh dunia menghadiri pertemuan puncak di Paris untuk membahas isu-isu yang berkaitan dengan pemanasan global.

Selebriti Leonardo DiCaprio dan Arnold Schwarzenegger juga hadir di sana, juga dermawan terkenal Bill Gates dan Richard Branson.

KTT tersebut menandai dua tahun sejak kesepakatan iklim tersebut ditandatangani di ibukota Prancis tersebut.

Dan Macron dengan cepat menanggapi Presiden AS untuk tidak menyetujui kesepakatan tersebut.

"Ada upaya dan keputusan untuk meninggalkan kesepakatan ini. Ini berita yang sangat buruk," sebutnya.

"Jika kita di sini hari ini, itu karena banyak yang memutuskan untuk tidak menerima keputusan Pemerintah Federal AS untuk menarik diri dari Perjanjian Paris."

Gubernur California Jerry Brown mendukung komentar Macron.

"Seluruh dunia sangat serius dengan perubahan iklim. Mayoritas ilmuwan juga sangat serius dengan perubahan iklim," kata Brown.

"Jadi saya katakan sekarang saatnya Presiden Trump melakukan apa yang dia bisa. Dan jika dia tidak bisa, menyingkirlah, jangan mencoba membangkitkan batu bara dan jangan mencoba membunuh matahari.

Rencana Bank Dunia

Belasan proyek internasional juga diumumkan di KTT tersebut.

Mereka termasuk sebuah program di delapan negara bagian AS untuk mengembangkan mobil listrik, dana investasi untuk daerah yang dilanda badai, dan dana untuk membantu petani beradaptasi terhadap perubahan iklim.

Presiden Bank Dunia, Jim Yong Kim, mengumumkan bahwa lembaga yang dipimpinnya akan menghentikan pembiayaan proyek minyak dan gas pada akhir tahun 2019.

Ia juga menjanjikan miliaran dolar untuk membantu mengurangi emisi gas rumah kaca.

KTT iklim, yang berakhir hari Rabu (13/12/2017), ink bertepatan dengan hari di mana Otoritas Maritim dan Atmosfer Nasional AS merilis Kartu Laporan Arktik tahunannya.

Laporan itu menemukan bahwa Laut Arktik telah membukukan tahun terpanas kedua dalam sejarah.

Sumber asli artikel ini dari Australiaplus.com. Baca artikel sumber

(Connie Agius/www.australiaplus.com)

KOMENTAR