Mengapa Natal Identik dengan Warna Merah dan Hijau?
2017 / Desember / 22   15:48

Mengapa Natal Identik dengan Warna Merah dan Hijau?

Beberapa hari spesial memiliki warna yang khas – termasuk Natal. Merah dan hijau seolah-olah menjadi warna ‘resmi’ untuk hari raya umat Nasrani ini.

Mengapa Natal Identik dengan Warna Merah dan Hijau?Pasar tradisional Jena Weihnachtsmarkt, atau Pasar yang ada ketika mendekati Perayaan Natal (rene-germany,flickr/nationalgeography.com)

Beberapa hari spesial memiliki skema warna yang khas. Dekorasi Halloween misalnya, biasanya didominasi dengan warna oranye dan hitam. Hari Valentine terkenal dengan warna merah muda atau putih. Sementara saat Natal, dunia berkilau karena warna merah dan hijaunya.

Sudah lama, orang-orang mengaitkan Natal dengan kedua warna ini. Tanpa sadar, kita pun menghias rumah atau kue dengan aksesoris berwarna merah dan hijau setiap Natal.

(Baca juga: Tradisi Berkirim Kartu Natal, Siapa yang Pertama Kali Memulainya?)

Mengapa merah dan hijau bisa menjadi warna ‘resmi’ untuk hari Natal?

Ini dimulai beberapa abad lalu, ketika warna tersebut digunakan untuk memperingati hari libur. Bangsa Celtic kuno memuja tanaman holly yang memiliki warna merah dan hijau. Mereka percaya bahwa tanaman suci ini menjaga Bumi tetap indah ketika musim dingin.

Tanaman HollyTanaman Holly (Delpixart/Thinkstock)

Jadi, saat merayakan titik balik matahari musim dingin (winter solstice), mereka mendekorasi rumah dengan tanaman holly. Berharap tanaman itu bisa memberikan perlindungan dan nasib baik di tahun mendatang.

Tradisi memasangkan warna merah dan hijau ini berlanjut hingga abad ke 14. Pada saat itu, kedua warna ini digunakan untuk melukis layar salib abad pertengahan.

Terlepas dari tradisi religius, pengukuhan merah dan hijau sebagai warna Natal mungkin berasal dari peran Haddon Sundblom. Ia adalah orang yang menggambar Sinterklas pada iklan minuman bersoda, Coca Cola.

(Baca juga: Santa Klaus Punya Nama-Nama Berbeda di Beberapa Negara)

Di masa itu, penafsiran artistik Sinterklas tidak pernah konsisten. Ia kadang digambarkan sebagai sosok pria kurus dengan jubah biru, hijau dan merah.

Sundbloom memutuskan untuk menggambarkan Sinterklas sebagai tokoh gemuk nan periang yang selalu mengenakan jubah merah (yang sama denga warna logo Coca Cola).

Arielle Eckstut, pengarang buku Secret Languange of Color, mengatakan, keputusan kreatif tersebut memiliki pengaruh besar. Ketika iklan Coca Cola sangat populer, orang-orang pun percaya bahwa tokoh yang digambarkan Sundblom adalah Sinterklas ‘asli’.

“Warna merah dari Sinterklas, serta hijau dari pohon cemara dan tanaman holly menguatkan imajinasi kolektif kita akan warna Natal,” kata Arielle.

(Sumber: rd.com)

KOMENTAR