Kisah Pria Australia yang Tinggal Bersama Suku Mentawai Selama 8 Tahun
2017 / Desember / 13   10:05

Kisah Pria Australia yang Tinggal Bersama Suku Mentawai Selama 8 Tahun

Krisis Keuangan Global pada 2008, membawa Rob Henry menuju Mentawai dari Melbourne. Ia ingin menemukan jati dirinya dengan tinggal bersama suku asli Mentawai.

Kisah Pria Australia yang Tinggal Bersama Suku Mentawai Selama 8 TahunSudah delapan tahun Rob Henry tinggal bersama suku asli Mentawai (Tariq Zaidi)

Rob Henry adalah seorang peselancar atau surfer yang hidup dan bekerja di Melbourne, Australia, ketika Krisis Keuangan Global mengguncang dunia pada tahun 2008.

Bagi Rob, krisis tersebut menjadi katalisator untuk memikirkan kembali caranya menjalani kehidupannya.

"Saya perlu menjauh dari posisiku di sana (Melbourne), dan melihat apa arti kehidupanku. Apakah saya membantu siapapun dengan posisi itu? Saya merasakan ada sesuatu yang mungkin lebih bermakna dan ada cara hidup yang lebih berkelanjutan dan membangun," tuturnya.

"Jadi saya memutuskan meninggalkan Melbourne dan pergi untuk mencari hal itu," lanjut Rob sebagaimana diutarakannya pada Progam Hack Triple J, salah satu stasiun radio milik ABC.

(Baca juga: Memahami Pedalaman, Mengetahui Ide Mentawai)

Apa yang terjadi selanjutnya bukan hanya semacam liburan yoga dua minggu di Byron atau hidup beberapa bulan di hostel-hostel di Eropa untuk pencarian jati diri sebagaimana dilukiskan dalam film Eat Pray Love.

Pencarian Rob itu berlangsung delapan tahun! Kehidupannya ini antara lain ditandai tato kesukuan di tubuhnya, mempelajari bahasa baru, dan menukar papan selancarnya dengan kain pinggang. Semuanya fragmen kehidupannya itu dia filmkan.

Rob Henry datang ke Indonesia di sebuah resor bagi peselancar untuk pekerjaan pembuatan film. Dia bertemu seseorang yang membuatnya memikirkan kembali kehadirannya di dunia.

"Ada seorang anak muda Mentawai bernama Andy yang bekerja di resor itu selama setahun. Dia memiliki hubungan luar biasa dengan tempat itu. Yang saya pikirkan jangan-jangan budaya dan kebebasan yang terlihat di matanya justru sesuatu yang tidak pernah saya lihat selama ini," ujar Rob.

Penduduk asli suku Mentawai diyakini telah tinggal di Kepulauan Mentawai (sejumlah pulau di lepas pantai barat Sumatra) selama ribuan tahun.

Suku asli MentawaiSuku asli Mentawai (Tariq Zaidi)

"Sangat menyegarkan melihat Andy. Dia menggelitik (rasa penasaran) saya. Saya tertarik untuk mengetahui apa yang dia ketahui dan yang tidak kita ketahui," kata Rob.

Dia pun segera menemukan dirinya hidup di desa nelayan terpencil, tinggal dengan sebuah suku yang tidak bisa berbahasa Inggris.

(Baca juga: Keunikan Primata Endemik Kepulauan Mentawai)

"Saya tertarik tinggal di desa yang jauh dari pariwisata. Saat itu saya tidak tahu banyak tentang budaya atau daerah itu," katanya.

"Saya juga tidak tahu bahasanya. Saya dibawa ke desa ini, saya tiba di sana dan begitu luar biasa, menakutkan sekaligus menantang," kata Rob.

Tercerabut dari budaya tradisional

Rob akhirnya belajar bahasa daerah di sana dan menyatukan dirinya dalam masyarakat. Dia belajar lebih banyak tentang sistem kepercayaan tradisional suku itu yang dinamakan Arat Sabulungan.

 "Mereka mempercayai bahwa semua hal alamiah memiliki jiwa dan jika manusia akan meninggal, jiwa mereka akan kembali ke alam dan menjadi bagian dari alam," jelasnya.

KOMENTAR