Kegiatan Rutin Taka Bonerate Nyaris Gagal Gara-gara Dahlia
2017 / November / 30   05:05

Kegiatan Rutin Taka Bonerate Nyaris Gagal Gara-gara Dahlia

Taman Nasional Taka Bonerate ikut merasakan kekuatan Badai Dahlia, yang meluluhlantakkan wilayah pesisir barat Indonesia.

Kegiatan Rutin Taka Bonerate Nyaris Gagal Gara-gara DahliaDesa Polassi yang termasuk daerah penyangga Taman Nasional Taka Bonerate di Kabupate Kepulauan Selayar, Sulawesi Selatan. Kawasan lindung juga telah masuk dalam jaringan cagar biosfer nasional, yang menerapkan konsep keseimbangan antara manusia dan alam. (Asri/Taman Nasional Taka Bonerate)

Badai Dahlia memporak-porandakan pesisir barat wilayah Indonesia bahkan imbasnya terasa hingga ke pesisir kawasan Taman Nasional Taka Bonerate, yang berada di wilayah Laut Flores. 

Kondisi ini bahkan hampir menghambat salah satu kegiatan rutin staf fungsional Taman Nasional, yaitu Monitoring Tutupan Lamun Seksi Pengelolaan Taman Nasional Wilayah II Jinato yang lokasi di Pasitallu Timur Desa Khusus Pasitallu.

Namun di tengah kondisi cuaca yang cukup ekstrem tersebut tim tetap melaksanakan kegiatan dengan penuh kehati-hatian. Akhirnya, kegiatan yang dikerjakan di penghujung November hingga memasuki awal Desember ini bisa diselesaikan dengan baik dan tepat waktu. 

Siklon tropis Cempaka pada Rabu ...Siklon tropis Cempaka pada Rabu (29/11/2017). (BMKG)

Terdapat tiga stasiun amatan dengan ukuran 10 meter persegi dengan jarak antar kuadran 5 meter di mana ukuran kuadran 50 sentimeter persegi.

Berdasarkan amatan sementara tutupan lamun yang ada masih dalam kondisi yang masih sangat baik dengan jumlah sebaran jenis yang ditemukan empat jenis Thalassia hemprichii (TH), Cymodecea rotundata (CR), Syringodium isoetifolium (Si), Enhalus acoroides (EA). Jumlah individu yang hampir berimbang di kedua jenis, yaitu CR dan TH. 

Dengan masih terjaganya salah satu habitat penting ini, secara otomatis akan menjaga kelestarian biota yang hidup di padang lamun. 

Mari senantiasa untuk menjaga dan lestarikan  empat kosistem penting hutan (Daratan Tinggi, Rendah), mangrove, lamun dan terumbu karang untuk keberlangsungan makhluk hidup. Agar kelak anak cucu kita pun bisa menikmati keindahannya.

(Asri, Pengendali Ekosistem Hutan Taman Nasional Taka Bonerate)

KOMENTAR