Hal-hal yang Harus Diperhatikan Agar Tidak Merasa Stres Pasca Liburan
2017 / Desember / 26   12:00

Hal-hal yang Harus Diperhatikan Agar Tidak Merasa Stres Pasca Liburan

Psikolog mengatakan, banyak orang mengalami stres pasca liburan. Perhatikan hal-hal berikut untuk menghindarinya.

Hal-hal yang Harus Diperhatikan Agar Tidak Merasa Stres Pasca LiburanIlustrasi stres pascaliburan (Thinkstockphoto)

Anda baru saja kembali ke rumah setelah liburan, namun ketika membuka e-mail, rasa panik, dan kecemasan langsung menghampiri.

Jika skenario ini terdengar familiar, Anda tidak sendiri. Menurut dr. Josh Klapow, psikolog klinis dan penyiar radio program ‘The Web’, normal jika kita merasa stres atau disorientasi setelah liburan.

“Kembali ke kehidupan yang cepat, pekerjaan yang menumpuk, tanggung jawab, dan sederet tugas yang harus dikerjakan, kadang menimbulkan rasa cemas, takut dan sedih yang bisa menghapus manfaat liburan Anda,” paparnya.

Ketakutan akan stres pasca liburan kadang menjadi alasan orang lain tidak mau mengambil cuti. Namun sebenarnya, masalah utamanya bukanlah liburan itu sendiri, tapi bagaimana persiapan kita.

(Baca juga: Lakukan 6 Hal Ini Agar Rencana Liburan Tak Sekadar Angan-angan)

“Jika dilakukan dengan baik, liburan bisa mengurangi stres, meremajakan tubuh dan pikiran, serta mengisi ulang energi sebelum bekerja kembali,” jelas Klapow.

Ikuti tips-tips berikut untuk memaksimalkan liburan Anda dan bisa kembali ke kegiatan sehari-hari tanpa stres.

Sebelum berangkat

Beberapa hari sebelum berangkat, selesaikan tugas-tugas yang sekiranya akan membayangi pikiran kita selama liburan.

Klapow juga menyarankan Anda untuk membuat daftar prioritas tugas yang harus segera dikerjakan setelah pulang liburan. Ini membantu membebaskan pikiran Anda selama liburan dan menyiapkan rencana produktif ketika sampai di rumah.

Langkah persiapan lainnya: pastikan orang-orang tahu jika Anda mengambil cuti. “Ini penting, mengingat kita hidup di era di mana orang-orang selalu terhubung selama 24 jam,” kata Klapow.

Hubungi manajer dan kirim e-mail kepada kolega serta klien agar mereka tahu berapa hari Anda akan cuti. Beri informasi bagaimana dan kapan mereka bisa menghubungi Anda saat liburan.

“Jika tidak begitu, orang-orang akan mengira bahwa Anda bisa dikontak kapan pun dan meminta tanggung jawab yang sama seperti hari biasa,” tambahnya.

Selama liburan

Untuk mendapatkan manfaat penuh dari liburan Anda, coba untuk ‘memutuskan’ hubungan sementara dengan pekerjaan. Nonaktifkan notifikasi e-mail, pergi makan malam tanpa membawa ponsel, dan habiskan waktu dengan aktivitas seru di tempat wisata.

Jika tidak memungkinkan untuk benar-benar menghindari pekerjaan, buat jadwal per hari.

“Sebagai contoh, sediakan waktu 30 menit di pagi dan sore hari untuk mengecek e-mail atau menelepon klien,” saran Klapow. Strategi ini membantu Anda tetap bertanggung jawab pada pekerjaan tanpa mengorbankan liburan.

Setelah pulang

Klapow mengatakan, sebaiknya Anda pulang satu atau dua hari sebelum masuk kerja kembali. Ini memberikan waktu ekstra untuk pulih dari jet lag, membongkar koper, mencuci baju kotor dan menghabiskan waktu bersama orang tercinta.

Untuk menghindari kepanikan, bilang kepada rekan kerja bahwa kita memerlukan sedikit waktu untuk beradaptasi kembali. “Pekerjaan yang bertubi-tubi setelah liburan justru akan menimbulkan burn out. Anda harus menetapkan batasan dan biarkan orang lain tahu akan hal ini,” tambah Klapow.

(Baca juga: 3 Cara Menghemat Biaya Penginapan Saat "Travelling")

Tidak ada ruginya juga untuk menetapkan ekspektasi pada diri sendiri. Tidak apa jika kita masih kaget dengan pola kerja yang cepat.

Jika mulai merasa cemas dan panik, keluarkan daftar tugas yang harus dikerjakan. “Catatan prioritas itu akan membantu Anda lebih fokus sehingga bisa menyelesaikan tugas satu per satu,” kata Klapow.

Yang paling penting, ingatlah untuk bernapas dan rileks. Klapow merekomendasikan untuk beristirahat sejenak dari pekerjaan dan lihat foto-foto liburan kemarin. Cara ini bisa mengalihkan emosi dan mengingatkan kembali pengalaman yang menyenangkan.

(Gita Laras Widyaningrum/Sumber: Huffingtonpost.com)

KOMENTAR