Anak yang Memiliki Ibu Berpikiran Terbuka Cenderung Lebih Kreatif
2017 / Desember / 15   12:00

Anak yang Memiliki Ibu Berpikiran Terbuka Cenderung Lebih Kreatif

Dari hasil penelitian, disimpulkan bahwa para ibu yang menunjukkan keterbukaan adalah yang paling mampu mendorong kreativitas anak.

Anak yang Memiliki Ibu Berpikiran Terbuka Cenderung Lebih KreatifIlustrasi ibu dan anak (Thinkstock)

Sebuah studi menemukan fakta bahwa ibu yang memiliki kepribadian dan pemikiran terbuka akan menciptakan lingkungan kreatif untuk anak-anak mereka.

Para peneliti dari beberapa universitas di Polandia yang dipimpin oleh Martin Kwasniewska, menyelidiki korelasi antara kepribadian ibu dengan proses kreatif anak-anak mereka.

Dengan meneliti lebih dari 3000 ibu di seluruh Polandia, para peneliti menganalisis kepribadian mereka berdasarkan model Big Five Trait.

(Baca juga: Mengapa Anak-anak Butuh Risiko, Rasa Takut, dan Keriangan Ketika Bermain?)

Sesuai dengan namanya, ini berfokus pada lima ciri utama kepribadian – ekstraversi, kesesuaian, keterbukaan, kesadaran dan neurotisme.

Selain itu, para ibu juga diminta untuk mengisi kuesioner yang menilai tentang lingkungan pertumbuhan anak mereka dan apakah itu berpengaruh pada kreativitas anak.

Mengapa hanya ibu yang dilibatkan pada penelitian ini? Sebab, di Polandia, wanita cenderung menjadi pengasuh anak yang utama dibanding ayah.

Ibu berpikiran terbuka=anak kreatif

Dari hasil penelitian, disimpulkan bahwa para ibu yang menunjukkan keterbukaan adalah yang paling mampu mendorong kreativitas anak.

“Penemuan kami menunjukkan bahwa keterbukaan terhadap pengalaman merupakan kunci utama kegiatan ibu dalam menciptakan iklim kreativitas untuk anak,” papar para peneliti.

(Baca juga: Alasan Anak Paling Bahagia Tumbuh di Denmark)

Meskipun begitu, bukan hanya keterbukaan yang menjadi faktor pendukung kreativitas.

Ibu dengan kepribadian ekstrovert, emosi stabil dan bersahabat, dapat memotivasi anak mereka untuk lebih inovatif dan belajar dari kesalahan.

Tampaknya, anak-anak yang kreatif dan cenderung berpikir di luar ‘kotak’ (think outside the box) diilhami oleh kombinasi empat tindakan dari ibunya. Yakni, dorongan untuk mencoba hal baru dan berbeda, mengajarkan anak untuk tidak menyesuaikan dengan norma, menyemangati untuk bertahan, serta memberikan kebebasan untuk berkhayal.

Semua anak pada dasarnya memiliki kemampuan untuk mendorong diri mereka secara kreatif. Namun, lingkungan sekitar memainkan peran besar dalam membantu mereka mencapai potensinya. Termasuk peran orangtua.

(Gita Laras Widyaningrum/Sumber: The Independent)

KOMENTAR