115 Spesies Baru Ditemukan di Asia Tenggara
2017 / Desember / 21   14:49

115 Spesies Baru Ditemukan di Asia Tenggara

Cekungan sungai Asia memang dikenal sebagai salah satu wilayah yang kaya akan keanekaragaman hayati.

115 Spesies Baru Ditemukan di Asia TenggaraKadal buaya berwarna cerah, salah satu spesies baru yang ditemukan di Vietnam (PA/The Independent)

Kadal buaya berwarna cerah, populasi tikus tanah, serta kelelawar gunung, adalah tiga dari 115 spesies flora dan fauna terbaru yang ditemukan di Asia pada 2016.

Laporan terbaru dari WWF mengungkapkan, ada tiga mamalia, 11 amfibi, dua ikan, 11 reptil, dan 88 tanaman baru yang ditemukan para peneliti di wilayah Mekong.

Daerah aliran sungai yang membentang di beberapa bagian Laos, Myanmar, Thailand dan Vietnam ini, memang sudah diakui sebagai salah satu daerah terkaya di dunia untuk keanekaragaman hayatinya.

(Baca juga: Cordillera Azul Antbird, Spesies Burung Terbaru Ditemukan di Peru)

Sejak 1997, 2524 spesies terbaru telah ditemukan di sekitar Mekong. Meskipun begitu, beberapa dari mereka terancam punah karena peningkatan aktivitas manusia di wilayah tersebut.

Stuart Chapman, perwakilan WWF regional Mekong mengatakan, penemuan lebih dari dua spesies baru dalam seminggu, dan 2500 dalam 20 tahun, menunjukkan betapa pentingnya wilayah Mekong.

“Spesies-spesies di wilayah Mekong ini layak mendapat proteksi dari kolektor tak bermoral yang rela membayar ribuan dolar untuk spesies langka dan terancam punah,” tambahnya.

(Baca juga: Rafflesia kemumu, Spesies Rafflesia Baru Dari Bengkulu)

Berdasarkan laporan WWF tersebut, diketahui bahwa Mekong merupakan salah satu wilayah yang paling terancam oleh kerusakan lingkungan.

Ditandai dengan pembangunan infrastruktur, penggundulan hutan untuk perbaikan jalan, pembuatan bendungan, perburuan dan perdagangan hewan liar untuk dijadikan makanan atau obat-obatan.

“Wilayah ini merupakan rumah bagi hewan-hewan liar dan juga manusia. Kita perlu menemukan cara agar kedua kelompok ini bisa hidup berdampingan dengan harmonis,” kata Stuart.

“Jika tidak bekerja sama, bisa jadi nanti spesies-spesies tersebut akan punah dengan cepat tanpa kita sadari,” pungkasnya.

(Sumber: The Independent)

KOMENTAR