Xoloitzcuintli, Anjing Sahabat Bangsa Aztek dan Maya
2017 / November / 24   18:00

Xoloitzcuintli, Anjing Sahabat Bangsa Aztek dan Maya

Menurut kepercayaan Aztek, anjing Xolotl ini diciptakan oleh dewa untuk menuntun manusia, serta mengantarkan jiwa-jiwa orang mati melalui Mictlan, Underworld.

Xoloitzcuintli, Anjing Sahabat Bangsa Aztek dan MayaDikenal dengan sebutan 'anjing Meksiko tidak berbulu', xoloitzcuintli mendapatkan namanya dari dua kata yang diambil dalam bahasa Aztek (Bruev/Thinkstock)

Bagi bangsa Aztek dan Maya, sahabat terbaik manusia adalah anjing tak berbulu yang merupakan penyembuh, sumber makanan, dan bisa mengantarkan mereka ke Dunia Bawah Tanah (Underworld).

Dikenal dengan sebutan 'anjing Meksiko tidak berbulu', xoloitzcuintli mendapatkan namanya dari dua kata yang diambil dalam bahasa Aztek. Yakni, Xolotl, dewa petir dan kematian, dan itzcuintli yang berarti anjing. Menurut kepercayaan Aztek, Anjing Xolotl ini diciptakan oleh dewa untuk menuntun manusia, serta mengantarkan jiwa-jiwa orang mati menuju Mictlan, Underworld.

(Baca juga: Terungkap Jenis Hewan Sesaji Suku Aztek (II))

Xoloitzcuintli (atau disingkat dengan Xolo), sering muncul pada karya seni Mesoamerika kuno dengan telinga runcing dan kulit keriput yang semakin menunjukkan kebotakkannya. Dibentuk sebagai bejana keramik kecil -- yang biasa disebut Colima Dogs -- untuk negara modern di Meksiko barat tempat mereka biasa ditemukan.

Bejana keramik berbentuk anjing ...Bejana keramik berbentuk anjing Xolo ditemukan pada makam-makam berusia 2000 tahun di Meksiko Barat. (Metropolitan Museum of Art)

Di Colima, dan negara tetangga Nayarit dan Jalsico, para arkeolog memperkirakan, lebih dari 75 persen penguburan pada masa Praklasik ditemukan bejana ini. Mungkin menjadi simbol di mana Xolo akan membantu mengantar jiwa-jiwa yang telah mati menuju Underworld.

Anjing tidak berbulu ini juga menarik perhatian penulis Eropa seperti Christoper Columbus dan misionaris Spanyol di abad 16, Bernadino de Sahagun. Bernadino mendeskripsikan, bangsa Aztek akan melilitkan selimut pada Xolo di malam hari untuk membuatnya tetap hangat.

Xolo menjadi konduktor panas yang baik bagi bangsa Aztek. Semacam penghangat air bagi si sakit dan orang lanjut usia. "Xolo akan tahu jika Anda sakit," ujar Kay Lawson, peternak Xolo dan mantan presiden Xoloitzcuintli Club of America.

(Baca juga: Bukti Ritual Mengerikan Suku Aztec Ditemukan)

Pada saat Xolo secara resmi diakui di Meksiko pada tahun 1956, jenis ini hampir punah. Namun, saat ini, Xolo mengalami kebangkitan. Ia disukai banyak orang -- terutama mereka yang memiliki alergi terhadap bulu. Meskipun begitu, anjing ini tidak bisa dipelihara semua orang.

"Anda harus terus memikirkannya. Xolo mampu membuka pintu dan peti. Ia merupakan anjing primitif. Xolo sangat pintar," tambah Lawson. 

(Gita Laras Widyaningrum. Sumber: Kristin Romey/National Geographic)

KOMENTAR