Perpustakaan Binhai Tianjin, 'Samudra Buku' di Negeri Tiongkok
2017 / November / 17   01:06

Perpustakaan Binhai Tianjin, 'Samudra Buku' di Negeri Tiongkok

Di perpustakaan ini, 1,2 juta buku tersusun rapi dalam rak-rak berbentuk kurva yang menciptakan keindahan visual luar biasa. Inilah surga bagi para kutu buku!

  • Perpustakaan Binhai Tianjin, 'Samudra Buku' di Negeri Tiongkok
  • Perpustakaan Binhai Tianjin, 'Samudra Buku' di Negeri Tiongkok
  • Perpustakaan Binhai Tianjin, 'Samudra Buku' di Negeri Tiongkok
  • Perpustakaan Binhai Tianjin, 'Samudra Buku' di Negeri Tiongkok
  • Perpustakaan Binhai Tianjin, 'Samudra Buku' di Negeri Tiongkok
  • Perpustakaan Binhai Tianjin, 'Samudra Buku' di Negeri Tiongkok
  • Perpustakaan Binhai Tianjin, 'Samudra Buku' di Negeri Tiongkok
  • Perpustakaan Binhai Tianjin, 'Samudra Buku' di Negeri Tiongkok
  • Perpustakaan Binhai Tianjin, 'Samudra Buku' di Negeri Tiongkok
  • Perpustakaan Binhai Tianjin, 'Samudra Buku' di Negeri Tiongkok

Perpustakaan megah dan futuristik ini terletak di pusat kebudayaan distrik Binhai di Tianjin, sebuah kota metropolitan di luar Beijing, China.

Sejak dibuka pada tanggal 1 Oktober 2017, perpustakaan tersebut menjadi perbincangan besar di media Tiongkok dan media sosial. Komentar di media sosial menyebut bangunan itu sebagai 'lautan pengetahuan', 'Super Sci-Fi' atau 'The Eye'.

(Baca juga: Pesiar ke Rimba Pustaka)

Dalam rilisnya, firma arsitektur MVRDV menjelaskan bahwa bangunan lima tingkat tersebut memiliki fasilitas pendidikan yang luas, tersusun di sepanjang tepi interior dan dapat diakses melalui ruang atrium utama. Perpustakaan ini juga didukung dengan ruang layanan bawah tanah, penyimpanan buku, dan ruang arsip besar. 

Dari lantai dasar pengunjung dapat dengan mudah mengakses area baca untuk anak-anak dan orang tua, auditorium, pintu masuk utama, akses ke lantai atas dan akses ke kompleks budaya.

Lantai pertama dan kedua terdiri dari ruang baca, buku dan area ruang duduk. Sementara itu, di lantai atas terdapat ruang pertemuan, kantor, ruang komputer dan audio serta dua teras atas atap.

(Baca juga: Perpustakaan Tertua di Dunia Kembali Buka Usai Pemugaran)

Namun, fitur yang paling menarik perhatian adalah auditorium bola besar di tengah perpustakaan. Auditorium bola tersebut dikelilingi oleh deretan rak yang menampung 1,2 juta buku.

"Rak-rak buku itu sendiri merupakan ruang besar untuk duduk dan sekaligus berfungsi sebagai akses ke lantai atas," kata Winy Maas, salah satu pendiri MVRDV, dalam sebuah pernyataan.

Perpustakaan ini kian istimewa karena desain interiornya yang menonjolkan garis-garis melengkung dan sudut-sudut unik yang memanjakan mata para pengunjungnya.

"Sudut dan kurva dimaksudkan untuk merangsang kegunaan ruang yang berbeda, seperti membaca, berjalan, bertemu dan berdiskusi. Bersama-sama mereka membentuk 'mata' bangunan: untuk melihat dan dilihat," pungkas Maas.

(Lutfi Fauziah)

BERITA LAINNYA

KOMENTAR