Langka, Wanita Ini Hamil Saat Sedang Hamil!

Langka, Wanita Ini Hamil Saat Sedang Hamil!

Seorang wanita di California mengandung janin baru ketika ia tengah hamil, yang merupakan peristiwa paling langka terjadi pada manusia.

Langka, Wanita Ini Hamil Saat Sedang Hamil!Ilustrasi ibu hamil. (Gajus/Shutterstock)

Kasus yang sangat langka mengenai seorang wanita yang hamil ketika sedang hamil terjadi di Amerika Serikat. Tanpa disadari, seorang ibu melahirkan “kembar” yang dikandung dalam waktu yang berbeda.

Yang lebih menghebohkan lagi, empat orang tua terlibat dalam peristiwa bayi “kembar tetapi berbeda” tersebut. Hal itu disebabkan karena Jessica Allen, wanita California yang mengandung, bertindak sebagai pengganti pasangan Cina saat ia hamil untuk kedua kalinya dengan pasangannya sendiri.

Sebelumnya, Allen adalah ibu dari dua anak laki-laki saat ia menjadi “ibu pengganti” dari pasangan Cina yang ingin menjadi orang tua. Sebagai balas jasa, ia mendapat bayaran sebesar 30.000 dolar Amerika.

Allen menerima tawaran bayi tabung dan berhasil ditanamkan dengan salah satu embrio pasangan. Rencananya, bayaran yang diterima Allen akan ditabung untuk membangun rumah bersama Jasper, suaminya. Namun, uang bukanlah hal yang sebenarnya dituju.

Artikel terkait: Ilmuwan Australia Berhasil Ungkap Penyebab Bayi Lahir Mati

“Tidak ada wanita di dunia ini yang harus menjalani hidup mereka tanpa merasakan cinta dan ikatan seorang ibu dan anak,” ujar Allen kepada ABC News.

Tidak ada gangguan apapun yang dialami Allen ketika hamil. Hingga pada minggu keenam, ketika dilakukan USG, dokter Allen menyadari bahwa dia tidak hanya mengandung satu janin, melainkan dua. Allen menceritakan, kemungkinan pemisahan embrio sangatlah kecil. Namun, sebuah keajaiban tetaplah tidak bisa dipungkiri.

Pada saat itu, semua orang berasumsi bahwa bayi itu kembar identik—sebagai hasil dari pemisahan embrio pasangan Cina—tanpa ada yang mempertimbangkan penjelasan yang lebih spesifik, yang disebut superfetasi.

Superfetasi adalah fenomena yang sangat langka pada manusia, dimana wanita hamil terus berovulasi meskipun sedang hamil, dan karenanya bisa mengandung anak kedua, yang dikandung bersamaan dengan janin pertama.

Baca juga: Rahim Buatan untuk Bayi Prematur

Ketika hal ini sangat jarang terjadi pada manusia—hanya ada 10 kasus yang pernah dilaporkan dalam literatur media—fenomena tersebut justru sering terjadi di kerajaan hewan, seperti pada hewan pengerat, kelinci, kuda, domba, dan kanguru.

Dalam kasus Allen dan Jasper, meskipun Allen menggunakan kondom selama menjadi “ibu pengganti”, mereka tanpa sadar berhasil mengandung anak kedua.

Allen melanjutkan, semula ia menganggap bahwa bayi yang ia kandung adalah laki-laki kembar identik. Namun, sesuatu yang ada di foto USG-nya menunjukkan hal yang berbeda. “Saya melihat bahwa yang satu jauh lebih ringan dari yang lain. Anda tahu, mereka jelas bukan kembar identik,” tuturnya.

Beberapa minggu kemudian, ketika Allen masih dalam pemulihan pasca operasi sesar, sebuah tes DNA mengkonfirmasi bahwa salah satu bayi itu adalah bayi genetik pasangan Cina, dan satunya adalah bayi Allen dan Jasper.

Baca juga: Bayi dengan 3 Orangtua Biologis Mungkin Lahir Tahun Ini

Setelah menempuh jalur hukum dengan agensi yang mengatur program ibu pengganti—dan yang menuntut biaya untuk menyerahkan bayi tersebut kepada orang tua genetisnya—Allen dan Jasper akhirnya bertemu kembali anak mereka, Maleakhi, yang saat itu berusia hampir tiga bulan.

Sementara contoh superfetasi pada manusia sangat jarang terjadi, kasus ini lebih disebabkan karena pada akhirnya melibatkan dua set genetik orang tua yang berbeda karena adanya peran ibu pengganti.

Akhirnya, pada usia 10 bulan, Maleakhi dapat kembali berada di pelukan orang tuanya, Allen dan Jasper. “Pertemuan itu sangat emosional, dan saya mulai memeluk dan mencium anak laki-laki saya,” tulis Allen dalam sebuah kolom untuk New York Post. 

(Citra Anastasia. Sumber: ScienceAlert)

KOMENTAR