Konferensi Iklim di Jerman Berakhir, Ini Perencanaan Masa Depan Kesepakatan Iklim
2017 / November / 20   19:42

Konferensi Iklim di Jerman Berakhir, Ini Perencanaan Masa Depan Kesepakatan Iklim

Inilah langkah-langkah yang akan diambil beberapa tahun ke depan untuk melanjutkan upaya internasional dalam mengurangi pemanasan global.

Konferensi Iklim di Jerman Berakhir, Ini Perencanaan Masa Depan Kesepakatan IklimDengan konsentrasi gas rumah kaca yang meningkat, sisa lapisan es Bumi (seperti di Greenland dan Antarktika) mulai meleleh. Kelebihan air ini dapat berpotensi meningkatkan permukaan laut secara signifikan. (Paul Nicklen/National Geographic)

Seiring dengan berakhirnya perundingan konferensi iklim global di Bonn, Jerman, pada Jumat (17/11), inilah langkah-langkah yang akan diambil beberapa tahun ke depan untuk melanjutkan upaya internasional dalam mengurangi pemanasan global:

12 Desember 2017

 Presiden Prancis Emmanuel Macron telah mengundang lebih dari 100 pemimpin dunia ke Paris untuk memperingati ulang tahun kedua kesepakatan iklim yang digagas di kota tersebut pada 2015. Presiden Donald Trump, yang mengatakan bahwa dia ingin menarik diri dari kesepakatan tersebut, belum diundang ke "One Planet Summit".

Tahun  2018

Perundingan iklim global tahun depan berlangsung di Katowice, Polandia, dari 3-14 Desember. Agar pejabat menyelesaikan perihal peraturan pada saat perundingan nanti, pertemuan pendahuluan harus diadakan sepanjang tahun.

Pertemuan tingkat rendah ini akan mencakup Dialog Talanoa, sebuah proses yang terinspirasi oleh Fiji dimana negara-negara mulai mencatat apa yang telah dicapai sejauh ini sesuai Kesepakatan Paris dan mempertimbangkan apa lagi yang bisa dilakukan.

Perundingan di Katowice akan sangat dipengaruhi oleh laporan panel ilmiah PBB pada Oktober mengenai apakah tujuan paling ambisius untuk menjaga pemanasan global pada titik 1,5 derajat Celsius dapat dicapai.

Tahun 2020: Jika Amerika menjalankan ancaman untuk mengundurkan diri dari kesepakatan Paris, pengunduran diri Amerika dapat mulai berlaku paling cepat pada 4 November 2020 - tak lama setelah pemilihan presiden Amerika berikutnya.

Negara-negara yang menandatangani perjanjian Paris memiliki waktu sampai 2020 untuk mengajukan rencana baru atau yang diperbarui, yang dikenal dengan National Determination Contributions (NDC), mengenai apa yang mereka lakukan untuk mengurangi emisi dan menyesuaikan diri terhadap perubahan iklim.

Tahun 2023

Delapan tahun setelahnya, negara-negara sesuai Kesepakatan Paris akan melakukan tinjauan penuh dan resmi untuk pertama kalinya tentang apa yang telah dicapai sampai saat itu. Proses ini dimaksudkan untuk diulang setiap lima tahun sekali.

Tahun 2030: Banyak negara telah menetapkan target pengurangan emisi secara substansial dalam 15 tahun sejak Kesepakatan Paris. Uni Eropa, misalnya, ingin mengurangi emisinya hingga 40 persen dari tingkat pada 1990, meskipun beberapa negara termasuk Jerman menargetkan pengurangan 55 persen.

Tahun 2050: Para ilmuwan iklim menghitung bahwa ekonomi dunia harus "netral karbon" pada pertengahan abad ini, jika tujuan Kesepakatan Paris menjaga pemanasan global di bawah 2 derajat Celcius (3,6 Fahrenheit) hendak tercapai. Itu bisa dilakukan dengan mengakhiri semua penggunaan bahan bakar fosil atau dengan menemukan cara untuk menghilangkan karbon dioksida dari atmosfer dalam skala industri. 

Sumber asli artikel dari Voaindonesia.com. Baca artikel sumber.

(aa/fw/voaindonesia.com)

KOMENTAR