Industri Kopi Hampir Dipanggang Perubahan Iklim
2017 / November / 2   16:21

Industri Kopi Hampir Dipanggang Perubahan Iklim

Perubahan iklim mengintai industri kopi yang juga harus melipatgandakan hasil produksinya.

Industri Kopi Hampir Dipanggang Perubahan IklimProduk kopi dari Bajawa yang sudah terkenal hingga mancanegara menjadi salah satu komoditas yang belum diberdayakan secara optimal. (Firman Firdaus/National Geographic Indonesia)

Musim gugur selalu merupakan saat yang tepat untuk menciptakan kebiasaan baru, dan jaringan kopi tahun itu.

Hari-hari ini, mereka mati-matian berusaha menemukan dalih apa saja agar Anda minum java mereka.

Banyak jaringan menggunakan Hari Kopi Nasional atau Internasional,,yang baru berlalu, sebagai alasan untuk menawarkan kopi mereka dengan harga diskon, atau malah gratis—ketentuan dan syarat berlaku, tentu saja.

Bagi pemilik restoran, tidak ada pancingan yang lebih baik daripada kopi agar pelanggan datang lagi. Trik bagus yang tampaknya manjur bagi sementara orang. Mengingat apa yang mengintai di cakrawala, bagaimanapun juga, menawarkan kopi gratis mungkin bukan lagi opsi bagi bisnis.

Permintaan kopi di seluruh dunia sedang bergeser. Eropa masih menyerap hampir sepertiga kopi yang dikonsumsi di seluruh dunia, tetapi Cina melipatgandakan konsumsinya hanya dalam lima tahun terakhir.

Sedangkan Kanada, angkanya tetap besar karena lebih dari 90 persen orang dewasa Kanada minum kopi. Beberapa studi mutakhir menunjukkan kopi sebagai pilihan yang sehat, mungkin itulah salah satu faktor meningkatnya jumlah peminum kopi.

Apa pun, permintaan sangat besar di kebanyakan negara Barat, dan itu memberi tekanan semakin berat bagi negara-negara produsen kopi. Namun, ketika perubahan iklim mengintai, ada ancaman nyata bagi kisah sukses global kopi.

Baca juga: Ampas Kopi pun Mampu Menjadi Sumber Tenaga Kendaraan Bermotor

Kopi ditanam di lebih dari 60 negara

Kopi adalah komoditas yang paling banyak diperdagangkan di dunia setelah minyak.

Biji kopi ditanam di lebih dari 60 negara dan menyediakan mata pencaharian bagi 25 juta keluarga di seluruh dunia. Produsen kopi terbesar sejauh ini adalah Brasil, disusul Vietnam dan Kolombia.

Secara global, 2017 bisa menjadi tahun rekor, ketika kemungkinan besar dunia akan memproduksi lebih dari 153 juta karung goni 60 kilogram kopi. Harga berjangka kopi turun karena itu, tetapi kita masih belum melihat sama sekali sebuah panen raya.

Produksi sedikit bergeser selama beberapa tahun terakhir. Dengan curah hujan yang bagus di Brasil dan pola cuaca yang menguntungkan di daerah-daerah lain di dunia, sejauh ini alam bermurah hati kepada pembudi daya kopi, tetapi keberuntungan mereka mungkin akan habis.

Walaupun bukan kebutuhan pokok pangan, kopi adalah bisnis besar. Di tingkat petani, kopi bernilai lebih dari AS$100 miliar. Di sektor ritel, industri kopi bernilai AS$10 miliar.

Tetapi terdapat konsensus yang semakin meluas di kalangan ahli bahwa perubahan iklim akan berpengaruh sangat buruk pada produksi selama 80 tahun ke depan. Pada tahun 2100, lebih dari 50 persen lahan yang dimanfaatkan untuk menanam kopi sudah tidak bisa ditanami lagi.

KOMENTAR