Ilmuwan: Kepunahan Massal Mulai Terjadi Pada Tahun 2100

Ilmuwan: Kepunahan Massal Mulai Terjadi Pada Tahun 2100

Kita memiliki waktu 82 tahun untuk mencegah bencana, menjaga planet bumi, serta memastikan manusia tetap hidup pada 2100.

Ilmuwan: Kepunahan Massal Mulai Terjadi Pada Tahun 2100. (Thinkstockphoto)

Para ilmuwan mengatakan, kepunahan massal yang menghapuskan kemanusiaan akan berlangsung pada 2100. Di akhir abad ini, dikhawatirkan jumlah karbon di lautan akan semakin banyak. Ini membuat bumi menghadapi bencana yang menyebabkan kehancuran manusia.

Selama 540 juta tahun, planet ini telah bertahan dari lima kehancuran -- termasuk kepunahan dinosaurus. Yang terburuk terjadi 252 juta tahun lalu, dikenal dengan The Great Dying. Para peneliti mengklaim, peristiwa tersebut memusnahkan 96% kehidupan di bumi.

(Baca juga: Tahun 2100, Suhu Asia Selatan Diprediksi Terlalu Panas untuk Manusia)

Sekarang, Profesor Daniel Rothman, ahli geofisika, melihat tanda-tanda kesamaan dengan peristiwa The Great Dying. Namun, kali ini penyebabnya pemanasan global akibat ulah manusia. Rothman dengan formula matematisnya, memprediksi bahwa laut akan menanggung banyak karbon sehingga kepunahan massal tidak bisa dihindari. Jumlahnya akan mencapai 500 gigaton -- melebih ambang batas karbon di lautan, yaitu 310 gigaton.

Meskipun kepunahan massal tidak langsung terjadi, namun dunia akan memasuki masa kebingungan dan menjadi 'wilayah yang tak dikenal'. Spesies bumi masih bisa hidup seperti biasa pada awalnya, namun daya hidupnya tidak tertolong lagi. Kehancuran akan terjadi secara bertahap selama 10 ribu tahun ke depan -- dimulai dari 2 Januari 2100.

"Studi ini tidak mengatakan bahwa bencana akan langsung terjadi di akhir abad. Namun, jika dibiarkan, siklus karbon menjadi semakin parah dan akhirnya sulit diprediksi. Di masa lalu, ciri seperti itu berkaitan dengan kepunahan massal," papar Rothman. 

(Baca juga: Tahun 2100, Penduduk Dunia Diperkirakan Mencapai 11 Miliar Jiwa)

Di zaman moderen, emisi CO2 mengalami peningkatan sejak abad ke-19. Manusia telah menyumbang 1540 milyar ton CO2 sejak revolusi industri -- setara dengan pembakaran batu bara yang cukup untuk membentuk menara persegi seluas 72 kaki. Membentang 240 ribu mil dari Bumi ke Bulan.

Setengah dari jumlah karbon tersebut mengendap di atmosfir dan sebagian lainnya larut ke dalam laut dan mengakibatkan pengasaman. Akankah ini menyebabkan kepunahan manusia? Ya, jika kita tidak melakukan apa pun untuk mengubahnya.

(Gita Laras Widyaningrum/The Sun)

KOMENTAR