Delapan Prediksi Tren Wisata di Tahun 2018
2017 / November / 2   13:00

Delapan Prediksi Tren Wisata di Tahun 2018

Dari perjalanan penuh nostalgia hingga jalan-jalan untuk kesehatan, berikut ini adalah prediksi tren wisata di tahun 2018.

Delapan Prediksi Tren Wisata di Tahun 2018Saat melakukan perjalanan bersama, pada akhirnya akan terungkap apakah Anda dan pasangan dapat mencari titik tengah ketika dihadapkan dengan perselisihan, atau sebaliknya. (Thinkstock.com)

Tahun 2017 tak lama lagi akan berlalu. Seiring bergantinya tahun, tren wisata pun turut berubah. Jenis wisata yang populer di tahun 2017, mungkin saja jauh berbeda dengan tahun 2018.

Booking.com, perusahaan e-commerce perjalanan asal Belanda, melakukan survei independen untuk memprediksi tren wisata di tahun 2018. 

Survei ini melibatkan 18.509 responden dari berbagai negara: Inggris, Amerika Serikat, Brasil, China, Jerman, Italia, Spanyol, Prancis, India dan Rusia dengan responden lebih dari 1.000 dari masing-masing negara.

Selain itu, ada pula dari Australia, Argentina, Belgia, Kanada, Denmark, Hong Kong, Kroasia, Indonesia, Jepang, Meksiko, Belanda, Selandia Baru, Swedia, Thailand dan Taiwan (masing-masing sekitar 500 responden). Responden menyelesaikan survei online pada Agustus 2017.

Berdasarkan hasil survei tersebut, berikut ini delapan prediksi tren wisata pada tahun 2018:

Merencanakan liburan dengan ...Merencanakan liburan dengan bantuan teknologi akan semakin banyak dilakukan (Ipopba/Thinkstock)

Semua Serba Teknologi

Pada tahun 2018 teknologi akan mengambil alih semua kerja keras dan stres dari pengambilan keputusan, serta membimbing kita dalam menemukan tempat menginap dan pengalaman terbaik.

Hampir sepertiga wisatawan global (29%) mengatakan bahwa mereka merasa nyaman membiarkan sebuah komputer merencanakan perjalanan yang akan datang berdasarkan data dari riwayat perjalanan mereka sebelumnya, dan setengahnya (50%) tidak keberatan jika mereka berurusan dengan manusia atau komputer selama pertanyaan mereka terjawab.

Kecerdasan artifisial dan teknologi digital membantu konsumen memiliki intuisi destinasi yang cerdas, membentuk kembali cara kita meneliti, memesan, dan menikmati wisata.

Baca juga: Jadi Peringkat Ketiga Dunia, Jangan Lewatkan Kota ini Saat Ke Australia

KOMENTAR