Dao Liao, Spa Pisau Unik Ala Taiwan, Berani Coba?
2017 / November / 6   12:27

Dao Liao, Spa Pisau Unik Ala Taiwan, Berani Coba?

Pijat pisau, atau dao liao, bukanlah seperti pijatan yang biasa Anda terima. Terapis dao liao akan memukul-mukulkan pisau daging ke punggung atau wajah Anda.

Dao Liao, Spa Pisau Unik Ala Taiwan, Berani Coba?Praktik dao liao, atau pijat pisau, berakar pada tradisi kuno yang berumur lebih dari 2.000 tahun. Meskipun praktik tersebut tidak disukai di China karena alasan yang tidak diketahui, tradisi tersebut masih tumbuh subur di Taiwan hari ini. (National Geographic)

Di tengah toko ramuan obat di Jalan Dinhua, Taipei, Man Na Lo dan Chen Jung Lee memukul-mukulkan pisau baja ke tulang belakang pelanggannya. Aroma ginseng dan buah goji yang menenangkan secara berkala disela oleh suara sendawa keras--upaya wanita untuk mengeluarkan chi sakit yang diyakini berpindah dari klien ke terapis selama proses ini.

Selamat datang di Taiwan, tempat terapis pijat memukul-mukulkan pisau daging ke punggung Anda. Jangan keburu takut, karena pisau-pisau itu tumpul. Jika Anda mengharapkan pijatan lembut menggunakan aroma halus pohon teh, maka perawatan spa ini bukan yang Anda cari. 

Pijat pisau, atau dao liao, bukanlah seperti pijatan yang biasa Anda terima. Bukannya mengandalkan tenaga tangan untuk memijat, terapis dao liao justru menggunakan pisau daging sebagai alat penghubung untuk mengarahkan aliran energi positif dan negatif masuk dan keluar dari kulit.

"Kami bukanlah sebuah agama. Kami bukanlah sains. Praktik kami tentang energi, untuk membantu orang-orang menemukan chi positif mereka, untuk menyentuh jiwa mereka," ujar Hsiao Mei Fong, pemilik Ancient Art of Knife Therapy Education Center di Taipei. 

Meski menerima pukulan-pukulan pisau selama proses dao liao tampaknya seperti suatu kekerasan, namun pijatan ini dapat sangat memberi energi dengan merangsang sirkulasi dan memulihkan kembali keseimbangan tubuh, kata Hsiao. 

(Leslie Nguyen-Okwu/National Geographic. Diterjemahkan oleh: Lutfi Fauziah)

KOMENTAR