Cara Bondan 'Maknyus' Winarno Tetap Sehat Meski Gemar Makan Enak
2017 / November / 29   18:23

Cara Bondan 'Maknyus' Winarno Tetap Sehat Meski Gemar Makan Enak

Kebiasaan makan enak tidak membuat badan Bondan jadi melar. Juga tidak membuatnya masuk rumah sakit karena kolesterol. Apa rahasianya?

Cara Bondan 'Maknyus' Winarno Tetap Sehat Meski Gemar Makan EnakBondan Winarno. (Kompas.com)

Penggemar wisata jajan tentu hafal dengan gaya Bondan Winarno membawakan acara Wisata Kuliner di teve. "Mak nyusss!" katanya saat memuji sate enak. "Rasanya sueger!" ucapnya di restoran lain.

Sementara di depan teve, penonton hanya bisa menelan ludah. Sebagian mungkin cemburu, "Enak sekali jadi Bondan. Tiap hari makan enak." Tak banyak yang tahu bahwa setelah keluar dari restoran, Bondan menjalani aturan makan yang ketat untuk mengimbangi kebiasaannya makan enak.

Keahliannya di bidang kuliner sudah tak diragukan lagi. Di depan kamera teve, ia bisa menggambarkan rasa masakan yang sedang ia santap dengan deskripsi yang sanggup membangkitkan selera.

Seolah-olah masakan itu terhidang di meja, dekat televisi. Dengan gayanya yang tidak dibuat-buat, ia bisa membuat pemirsa teve sampai ngiler.

Kalau ada orang yang cemburu kepada Bondan, itu wajar. Bagaimana tidak, tiap hari ia selalu kelihatan mengunjungi restoran dan makan yang uenak-uenak. Di stasiun televisi Trans TV, ia menjadi presenter acara Wisata Kuliner.

(Baca juga: Mengenal Aneurisma Aorta, Penyakit “Bom Waktu” yang Diderita Alm. Bondan Winarno)

Di koran, ia menulis tentang makanan. Di internet, bersama komunitas Jalansutra, ia juga bicara tentang makanan. Makan, makan, makan terus. Tapi anehnya, ia selalu tampak sehat-sehat saja.

Badannya juga dari dulu segitu-gitu terus. Kebiasaan makan enak tidak membuat badannya jadi melar. Juga tidak membuatnya masuk rumah sakit karena kolesterolnya berulah di pembuluh koroner.

Dalam hal pengetahuan dunia kuliner, Bondan luar biasa. Untuk urusan ini, ia memang tidak sama dengan kita. Tapi dalam hal metabolisme tubuh, Bondan sama saja dengan kita semua. Tidak luar biasa. Jika ia mengonsumsi kolesterol kelewat banyak, kadar kolesterol darahnya juga bisa melonjak.

Jika makan terlalu banyak, bobot badannya juga bisa naik. Bondan bukan orang sakti yang bisa membuat lemak dan kolesterol cuma numpang lewat di usus, tidak diserap ke dalam tubuh.

Yang membedakan dari kita, Bondan sangat disiplin. Termasuk dalam menerapkan aturan makan.

Lalu, apa rahasianya sehingga ia bisa tetap sehat?

Know what you eat

Ini adalah prinsip utama yang Bondan terapkan dalam urusan makan. Resepnya singkat, padat, dan mak nyuss!  Kelihatan sederhana tapi praktiknya tentu saja tidak segampang mengucapkannya.

Apa pun yang ia makan, Bondan selalu memperhitungkan kandungannya. Jadi, ia tidak hanya pintar membedakan rasa bumbu tapi juga bisa membedakan kandungan karbohidrat, lemak, dan kolesterol di suatu makanan.

(Baca juga: Makanan yang Dapat Menurunkan Risiko Penyakit Jantung)

Untuk urusan yang satu ini, ia mengaku selalu memperkaya pengetahuannya dengan banyak membaca artikel kesehatan di internet.

Jadi, ia tak hanya piawai membedakan rasa asam dari belimbing wuluh dan buah asam. la juga bisa membedakan kandungan daging ayam dan kulit ayam. Hebat ‘kan? Pengetahuannya dalam ilmu gizi tidak bisa diremehkan.

Makan apa pun, ia selalu memperhitungkan Recommended Dietary Allowances(RDA,) makanan tersebut.

"Anda harus tahu berapa batas jumlah yang boleh dimakan setiap hari. Kalau kita tahu apa kandungan setiap makanan, kita tahu berapa jumlah yang boleh kita makan dengan aman," bebernya.

Sekadar mengingatkan kembali, RDA adalah konsep dalam ilmu pangan yang menyatakan berapa banyak suatu zat gizi sebaiknya dikonsumsi setiap hari. Bagi Bondan, pengetahuan tentang ilmu gizi ini sama pentingnya dengan pengetahuan mengenai seni kuliner.

Pengetahuannya tidak sekadar mengikuti kata orang, yang menurutnya kadang keliru. la memberi contoh, banyak orang takut makan udang karena kandungan kolesterolnya tinggi.

Tapi mereka sama sekali tidak merasa bersalah kalau makan kulit ayam. Padahal, kandungan lemak dan kolesterol di kulit ayam tidak lebih sedikit daripada udang.

Dalam urusan jenis makanan, Bondan tidak tergolong orang yang pilih-pilih. la tidak berpantang ini-itu. Ada, memang, beberapa jenis makanan yang ia batasi secara ketat seperti lemak, emping melinjo, kacang tanah, dan jeroan.

Tapi, ia tidak berpantang seratus persen. Hanya, konsumsinya dibatasi dengan ketat.

Aturannya yang ia pakai sederhana, semua boleh dimakan tapi jumlahnya harus terkontrol. Resep ini terutama ia praktikkan jika tidak mungkin menghindari makanan yang berlemak dan berkolesterol tinggi.

Contoh paling gampang yaitu saat ia sedang syuting acara wisata jajan. Sebagai pembawa acara, tentu ia tidak mungkin bisa menceritakan rasa sate  di depannya kalau ia tidak mencicipinya. Mau tidak mau ia harus mencobanya karena ini merupakan keharusan profesi.

Tapi, sekali lagi, ia selalu menggunakan aturan di atas: lemak dan kolesterol tetap dikonsumsi tapi jumlahnya harus terkontrol. Caranya, ia makan sate secukupnya saja asalkan ia bisa bercerita kepada pemirsa teve tentang rasa sate yang sedang ia coba.

(Baca juga: 6 Langkah Sederhana untuk Mengurangi Konsumsi Karbohidrat)

Jika satu atau dua tusuk saja sudah cukup, berarti ia tak perlu makan sepiring.

Demi menjaga kesehatan, Bondan tidak lantas anti terhadap makanan tertentu. Menurutnya, terlalu membatasi diri pada makanan tertentu bukan cara yang baik dalam berdiet.

Cara itu dinilai malah akan membuat seseorang mengalami craving (keinginan kuat untuk menyantap makanan tertentu) yang bisa sampai membuatnya lepas kendali.

KOMENTAR