BMKG Menanggapi Ramalan Gempa dan Tsunami Besar Asia 2017
2017 / November / 8   12:00

BMKG Menanggapi Ramalan Gempa dan Tsunami Besar Asia 2017

Pesan terkait bencana alam menjadi salah satu yang marak muncul. Dalam pesan tersebut juga dituliskan tanggal pasti sebuah bencana alam akan datang.

BMKG Menanggapi Ramalan Gempa dan Tsunami Besar Asia 2017Seorang warga melihat seismograf atau alat pengukur kegempaan di Pos Pengamatan Gunung Slamet di Desa Gambuhan, Pemalang, Jawa Tengah, Jumat (8/8/2014). | Ari Himawan Sarono/Kompas.com

Semakin hari, pesan berantai yang disebar melalui aplikasi percakapan maupun media sosial semakin sulit ditentukan benar atau salah. Isi pesan disamarkan dengan peristiwa yang pernah terjadi dan seakan diperkuat dengan sebuah temuan baru. Tidak jarang pembuat pesan tersebut mencatut nama seseorang yang dilabel sebagai seorang ahli.

Pesan terkait bencana alam menjadi salah satu yang marak muncul. Dalam pesan tersebut juga dituliskan tanggal pasti sebuah bencana alam akan datang. Contohnya adalah ada sebuah pesan yang mengatakan bahwa akan terjadi gempa bumi dan tsunami besar melanda negara-negara Asia sebelum Desember 2017.

Menanggapi hal tersebut, BMKG pada Rabu (08/11/2017) ini, melalui Dr. Muhamad Sadly, M. Eng. selaku Deputi bidang geofisika mengeluarkan 5 poin tanggapan:

  1. Ramalan tersebut tidak dapat dipertanggungjawabkan secara ilmiah karena cakupan dampak bencana yang disebutkan sangat luas dan sulit diterima dalam konsep ilmu kegempaan (seismologi)
  2. Indonesia merupakan wilayah yang aktif gempa bumi dan memiliki potensi gempa bumi yang dapat terjadi kapan saja dan dalam berbagai kekuatan
  3. BMKG tidak pernah mengeluarkan informasi prediksi gempa bumi
  4. Hingga saat ini belum ada teknologi yang dapat memprediksi gempa bumi dengan tepat (kapan, dimana dan berapa kekuatannya)
  5. Masyarakat dihimbau agar tidak terpancing isu yang beredar tersebut. Apabila ingin mengetahui lebih jelas terkait gempa bumi dan tsunami dapat menghubungi kontak center : 021-6546316 atau website resmi di www.bmkg.go.id

BMKG wilayah I Medan juga pernah mengeluarkan tanggapan serupa. Kala itu tersebar isu yang mengatakan bahwa Kota Medan dan sekitarnya akan dilanda gempa berkekuatan 5 hingga 9 SR. Edison Kurniawan, Kepala BMKG Medan, pada Jumat (11/08/2017), mengatakan kepada Tribunnews bahwa berita tersebut tidak benar dan BMKG pun tidak pernah mengeluarkan info terkait hal tersebut.

Lebih lanjut, Edison juga mengeluarkan pernyataan senada bahwa sampai saat ini gempa bumi tektonik belum bisa diprediksi, baik lokasi, waktu dan kekuatannya.

Digital editor National Geographic Indonesia. Penggila fotografi, terutama fotografi hitam-putih. Galeri pribadi: www.bhismaadinaya.com

KOMENTAR