Asa di Balik Terik Mentari Taka
2017 / Oktober / 30   18:30

Asa di Balik Terik Mentari Taka

Tinabo telah menjadi kata umum di telinga penyelam nusantara. Bahkan, banyak penyuka wisata selam mancanegara ingin menyambangi pulau yang sedap dipandang ini.

Asa di Balik Terik Mentari TakaPulau Tinabo di Taman Nasional Taka Bonerate, Kepulauan Selayar. Di sini, balai taman nasional mendorong kegiatan ekowisata yang melibatkan masyarakat pulau sekitar untuk menjadi tuan rumah dalam sektor wisata. Andalan utama kegiatan wisata adalah menyelam dan atraksi budaya. (Sanovra Jr/Tribun Timur)

Kapal motor yang saya tumpangi bersiap merapat di dermaga kayu Pulau Tinabo. Perairan tenang, nyaris tak ada ombak yang membuat saya mabuk laut. Saya mengamati sekitar, panorama yang memanjakan panca indera terbentang luas. Mentari tropis bersinar terik, membuat penumpang kapal yang saya tumpangi berhamburan untuk segera mencari tempat berteduh.

Dermaga kayu salah satu nusa andalan dalam kawasan Taman Nasional Taka Bonerate ini memang sudah menjadi ikon dalam sejumlah materi promosi wisata. Entah itu berbentuk konten digital ataupun materi berupa media cetak, dermaga Tinabo kerap mengisi materi tadi.

Begitu turun dari kapal, saya langsung melihat deretan bangunan yang atapnya berselimutkan penutup berwarna merah terang. Sedari jauh, deretan bangunan itu sudah menarik perhatian.  

Kiri-kanan dermaga kayu terhampar perairan dangkal nan jernih, yang berlantaikan pasir putih dan sekumpulan terumbu karang. Air yang memancarkan warna gradasi hijau itu membuat tetamu ingin segera menjamahnya. Terlebih lagi, pantai berpasir selembut tepung itu kerap menjadi tempat bermain sekawanan anak hiu sirip hitam. Pengunjung pulau pun bisa menyapa mereka dengan ramah sembari menikmati air laut nan hangat.

Hiu-hiu kecil berenang di ...Kawanan anak hiu sirip hitam berenang di tepian pantai Pulau Tinabo yang terletak di Taman Nasional Taka Bonerate, Kepulauan Selayar, Sulawesi Selatan. (TN Taka Bonerate/Asri)

“Bermain dengan baby shark ini jadi salah satu andalan wisata di sini. Kami memang arahkan mereka (wisatawan) untuk bisa menikmati laut dan biotanya,” ujar Jusman saat menemani saya dan Ekho Ardiyanto yang menjadi tenaga visual lepas untuk beberapa stasiun televisi berjalan menuju hamparan pasir putih di sebelah timur pulau. Di sekeliling kami, ada sejumlah kelompok wisatawan yang menikmati keindahan alam tropis nan khas ini.

KOMENTAR