10 Kota di Dunia yang Paling Memanjakan Pejalan Kaki
2017 / November / 8   15:00

10 Kota di Dunia yang Paling Memanjakan Pejalan Kaki

10 kota ini di dunia ini menyediakan beragam fasilitas untuk memanjakan para pejalan kaki yang menyusuri ruas-ruas jalannya.

10 Kota di Dunia yang Paling Memanjakan Pejalan KakiKota Florence yang sarat dengan bangunan kuno ini memiliki banyak tempat yang bisa disinggahi dengan berjalan kaki, mulai dari Cattedrale di Santa Maria del Fiore, sampai jembatan bersejarah Ponte Vecchio. (Thinkstock)

Menyusuri satu tempat ke tempat lain dengan berjalan kaki memang sudah menjadi kebiasaan warga kota dunia. Kondisi ini didukung oleh pemerintah setempat yang menyediakan jalur pedestrian yang aman dan nyaman.

Intip 10 kota di dunia yang paling memanjakan para pejalan kaki, menurut situs theculturetrip.com.

1. Florence (Firenze), Italia

Banyak tempat-tempat di kota ini yang tertutup bagi bus atau taksi lewat. Firenze adalah sebuah kota yang memohon para pejalan kaki untuk datang.

Sering disebut juga sebagai museum terbuka, kota yang sarat dengan bangunan kuno ini memiliki banyak tempat yang bisa disinggahi dengan berjalan kaki, muali dari Cattedrale di Santa Maria del Fiore, sampai jembatan bersejarah Ponte Vecchio.

Sepanjang jalan kita juga akan mudah menemui cafe, bar, atau restoran untuk bersantai mengistirahatkan kaki.

2. New York, Amerika Serikat 

Kota New York dianggap sebagai kota yang paling ramah bagi pejalan kaki di Amerika Serikat. Di kawasan Manhattan misalnya, mudah sekali menemukan nomor jalan. Para pejalan kaki di kawasan yang ramai turis seperti Times Square juga tak perlu takut bersaing dengan padatnya lalu lintas karena trotoarnya dibuat sangat lebar. Anda juga bisa menikmati keindahan jembatan Brooklyn atau berjalan-jalan di kawasan elit Fifth Avenue dengan berjalan kaki.

Baca juga: 10 Kota Paling Berwarna di Dunia

3. Marrakesh, Maroko

Tempat-tempat yang harus dikunjungi di kota ini dengan mudah bisa kita jelajahi dengan berjalan kaki. Labirin-labirin kota akan membawa kita ke toko karpet, pedagang rempah-rempah berwarna mencolok, sampai monumen historis.

Dengan berjalan kaki pula kita bisa sampai ke Masjid Koutoubia, reruntuhan istana dan juga alun-alun Jemma El-Fnaa yang terkenal sebagai pusat jajanan, restoran, dan festival.

4. Paris, Perancis

Dibutuhkan waktu beberapa hari untuk menyusuri tiap sudut kota Paris dengan berjalan kaki. Tetapi, sangat layak menjelajahi kota ini dalam tempo yang lambat seiring ayunan kaki.

Susuri pinggir sungai Seine dan nikmati Jardin des Tuileries yang megah dan The Louvre sebelum pindah lagi ke Notre Dame. Anda mungkin ingin beristirahat sebentar di bistro atau bar di Paris sebelum melanjutkan perjalanan ke menara ikonik Eiffel Tower yang berjarak sekitar satu jam jalan kaki.

Baca juga: Mengapa Badut “Merajai” Setiap Sudut Kota Meksiko

5. Vancouver

Ini memang kota terbesar ketiga di Kanada, tapi Vancouver adalah surga bagi pejalan kaki. Pemerintah setempat sangat mendorong warganya untuk berjalan kaki.

Salah satu yang paling populer adalah kawasan pejalan kaki yang indah di sepanjang False Creek ke Granville Island. Sempatkan untuk mampir ke pasar lokal untuk membeli bahan-bahan segar.

Jangan lewatkan pula berjalan kaki di Stanley Park yang mudah diakses dari pusat kota Vancouver. Memiliki luas 1.000 hektar untuk dijelajahi, taman ini memiliki pemandangan indah dan dianggap sebagai taman kota terbaik di Amerika Utara.

6. Buenos Aires, Argentina

Mendapat julukan "Parisnya Amerika Selatan", ibu kota Argentina, Buenos Aires, terkenal dengan kotanya yang indah. Dipenuhi dengan arsitektur bergaya Eropa dan budaya yang beragam, kota ini sangat menarik untuk dijelajahi dengan berjalan kaki, apalagi jika Anda adalah pecinta seni.

Baca juga: Potret Kehidupan Penghuni "Bilik Peti Mati", Ironi di Balik Gemerlapnya Kota Hongkong

7. Dubrovnik, Kroasia

 Seluruh kawasan kota tua di Dubrovnik adalah area yang tertutup untuk kendaraan bermotor. Jadi, tak ada alasan untuk takut melangkahkan kaki di sini.

Kota tua Dubrovnik memiliki jalan raya utama, Stradun, untuk menikmati pemandangan kota - termasuk dinding abad pertengahan, air mancur Onofrio yang indah, Istana Sponza abad ke 16, dan pelabuhan tua yang indah.

8. Melbourne, Australia

 Kota terbesar kedua di Australia ini adalah tempat yang kontras, di mana arsitektur bergaya Victoria yang memiliki nilai historis kompak berpadu dengan gedung pencakar langit yang modern. Kita juga bisa menikmati taman-taman kota yang teduh dengan keindahan teluk.

Nikmati pemandangan Yarra River dan tanaman hijau sambil berjalan dari Alexandra Gardens ke Royal Botanic Gardens yang indah.

Baca juga: Eufrazijeva Bazilika, Penanda Keabadian Kota Porec di Kroasia

9. Boston, AS

Boston adalah rumah bagi banyaknya jalan dan jalur yang mengungkap sejarah dan budaya kota yang kaya. Resapi damainya tepi laut Boston dengan berjalan kaki di Harbour Walk. Dengan jarak tempuh lebih dari 40 mil, ini adalah rute yang paling baik dijelajahi tiap bagian, namun pejalan kaki yang melakukannya akan melihat landmark lokal seperti institut seni dan taman Christopher Columbus yang indah.

10. Vientiane, Laos

Berada di sepanjang kelokan Sungai Mekong, ibu kota Laos, Vientiane, adalah kota yang memiliki campuran budaya Prancis dan Laos. Memiliki suasana yang santai, kota ini dinaungi banyak pepohonan dan menggoda untuk disusuri dengan berjalan kaki.

Sayangnya fasilitas tersebut masih sulit ditemukan di Jakarta dan kota-kota besar lain di Indonesia. Trotoar yang seharusnya jadi fasilitas umum bagi pejalan kaki, kerap menjadi jalur alternatif bagi pengendara motor menembus kemacetan atau tempat menggelar dagangan.

Baca juga: Backpacker, Ini Dia 10 Kota di Dunia dengan Biaya Termurah untuk Traveling

Di Jakarta, pejalan kaki dan pemilik kendaraan pribadi seolah berada pada kasta yang berbeda. Malah, kini para pejalan kaki dianggap sebagai pemicu kemacetan di kawasan Tanah Abang Jakarta Pusat.

Artikel ini sudah pernah tayang di Kompas.com dengan judul 10 Kota Terbaik yang Memanjakan Pejalan Kaki.

(Lusia Kus Anna/kompas.com)

KOMENTAR