Tiga Ilmuwan Penemu Jam Biologis Menangkan Hadiah Nobel

Tiga Ilmuwan Penemu Jam Biologis Menangkan Hadiah Nobel

Penemuan ketiga ilmuwan tersebut mengenai mekanisme genetik di balik jam biologis tubuh dapat membuka pintu penelitian di bidang lain tentang berbagai penyakit.

Tiga Ilmuwan Penemu Jam Biologis Menangkan Hadiah NobelNobel Kedokteran. (Nobelprize)

Tiga ilmuwan Amerika memenangkan hadiah Nobel bidang fisiologi atau kedokteran hari Senin (2/10), untuk penemuan mereka tentang jam biologis tubuh, yang memungkinkan bidang penelitian baru dan meningkatkan kesadaran tentang pentingnya memperoleh cukup tidur.

Jeffrey C. Hall, Michael Rosbash dan Michael W. Young mendapat hadiah 9 juta kronor atau $1,1 juta) untuk penemuan mereka mengenai mekanisme genetik di balik apa yang disebut ritme sirkadian, atau jam biologis yang menyesuaikan cara kerja tubuh dengan perbedaan tahap-tahap pada hari itu, yang mempengaruhi tidur, perilaku, kadar hormon, suhu tubuh dan metabolisme.

Mereka 'bisa mengintip ke dalam jam biologis kita dan menjelaskan cara kerja nya,' kata peraih Nobel itu.

"Jam tubuh yang tidak berfungsi baik telah dikaitkan dengan gangguan tidur, depresi, gangguan bipolar, fungsi kognitif, pembentukan ingatan dan beberapa penyakit syaraf," menurut laporan tentang hadiah Nobel itu.

Penelitian para penerima hadiah Nobel itu dimulai tahun 1984, ketika Rosbash and Hall, keduanya dari Universitas Brandeis, bersama dengan Young menemukan “gen yang mengatur waktu” dalam tubuh lalat buah. Hall dan Rosbash menemukan protein yang diubah oleh gen tersebut terkumpul pada malam hari dan menurun pada siang hari. Satu dasawarsa kemudian, Young menemukan gen-gen yang mengatur jam tubuh lainnya.

Artikel ini sudah pernah tayang sebelumnya di Voa Indonesia dengan judul Hadiah Nobel bagi 3 Ilmuwan Amerika Penemu Jam Biologis

(ps/ii/www.voaindonesia.com)

KOMENTAR