Potret Dampak Mengerikan di Balik Pengembangan Senjata Nuklir
2017 / Oktober / 17   14:08

Potret Dampak Mengerikan di Balik Pengembangan Senjata Nuklir

Fotografer Phil Hatcher-Moore mendokumentasikan para penduduk yang terdampak radiasi di tempat yang pernah menjadi tempat uji coba nuklir selama Perang Dingin.

Potret Dampak Mengerikan di Balik Pengembangan Senjata NuklirBerik Syzdykov, 38, duduk di meja dapur di apartemen yang ia tinggali bersama ibunya di Semey, Kazakhstan. Berik terlahir cacat setelah ibunya yang sedang hamil terpapar radiasi dari ledakan uji coba nuklir yang dilakukan oleh Uni Soviet di lokasi uji coba Semipalatinsk di Kazakhstan. Dia buta, dan telah beberapa kali melakukan operasi untuk mengurangi pembengkakan di wajahnya. (Phil Hatcher-Moore)

Kerusakan dan kehancuran mencoreng lanskap sudut terpencil Stepa Kazakh. Danau-danau tak alami yang terbentuk akibat ledakan bom nuklir, memenuhi dataran yang dulunya rata, diselingi oleh kerangka-kerangka bangunan kosong.

Area tersebut tampak tak berpenghuni. Akan tetapi, hantu-hantu—hidup dan mati—bergentayangan di sana, masih terbebani oleh efek program pengujian nuklir yang berhenti hampir 30 tahun silam. 

Sebuah keluarga melewati blok ...Sebuah keluarga melewati blok perumahan yang kumuh di kota Kurchatov, Kazakhstan. Populasi kota saat ini setengah dari populasi pada akhir pengujian nuklir. (Phil Hatcher-Moore)

Situs yang dikenal sebagai Polygon itu, pernah menjadi rumah bagi hampir seperempat uji coba nuklir selama Perang Dingin. Zona tersebut dipilih karena tidak dihuni, tetapi beberapa desa pertanian kecil, berderet di sepanjang perimeternya.

Meski sejumlah penduduk diungsikan selama periode uji coba, namun sebagian besar tetap bertahan. Kerusakan yang berlanjut hingga hari ini sungguh mendalam. 

Ayman Norgazinova, 49, seorang ...Ayman Norgazinova, 49, seorang pekerja laboratorium, memeriksa seekor tikus yang digunakan untuk pengujian penelitian di Universitas Kedokteran Negara Bagian Semey di Kazakhstan timur. Staf di sini meneliti efek radiasi pada organ tikus. Hewan-hewan itu terpapar radiasi melalui partikel mangan kecil yang mereka hirup untuk mensimulasikan debu radioaktif. (Phil Hatcher-Moore)

Fotografer Phil Hatcher-Moore menghabiskan dua bulan penuh untuk mendokumentasikan wilayah ini, dan dihadapkan pada "kerusakan sia-sia akibat dari kebodohan manusia".

Proyeknya yang berjudul "Hantu-hantu Nuklir" mengawinkan lanskap yang tersia-siakan dan potret intim para penduduk desa yang masih menderita akibat dampak uji coba nuklir. 

Kazbek Kasimov, 60, menggembala ...Kazbek Kasimov, 60, menggembala domba dan kambing di Situs Uji Semipalatinsk, sebelah selatan Kurchatov di Kazakhstan. Daerah tersebut digunakan untuk 456 uji coba nuklir antara tahun 1949 dan 1989 dan beberapa daerah masih terkontaminasi dengan radiasi. (Phil Hatcher-Moore)

Angkanya sungguh menakjubkan—sekitar 100.000 orang di area itu masih terdampak radiasi, yang dapat diwariskan hingga lima generasi. Tapi dengan gambarnya yang sangat mengerikan, Moore berusaha membuat angka abstrak itu nyata.

"Kontaminasi nuklir bukanlah sesuatu yang bisa kita lihat," katanya. "Dan kita bicara tentang angka-angka, tetapi saya menemukan bahwa lebih menarik untuk fokus pada individu-individu yang merangkum cerita."

Perawat Marjan Kasenova bermain ...Perawat Marjan Kasenova bermain dengan Kanat Rahimov, 15, di Pusat Pelayanan Khusus Anak-anak di Ayagoz, sebelah timur Kazakhstan. Kanat lahir dengan cerebral palsy. (Phil Hatcher-Moore)

Moore mewawancarai semua subjeknya sebelum memotret, dan memahami bahwa kerahasiaan dan informasi yang salah memegang peran penting dalam pengalaman buruk mereka.

"[Selama tahun 50-an] seorang pria dibekali dengan tenda dan diminta untuk tinggal di perbukitan selama lima hari bersama kelompoknya. Secara efektif, dia digunakan sebagai subjek uji coba untuk melihat apa yang akan terjadi," kata Moore. "Mereka tidak pernah diberi tahu apa yang sedang terjadi, begitu juga marabahaya yang mungkin mereka hadapi."

Seorang wanita berjalan ...Seorang wanita berjalan melewati blok-blok bangunan era Soviet di Semey. (Phil Hatcher-Moore)

Meskipun kisah-kisah manusia menjadi pusat proyek ini, Moore juga mendokumentasikan uji ilmiah laboratorium yang masih mengungkapkan kerusakan itu. Penjajaran uji lab dengan potret-potret manusia yang cacat akibat radiasi memang membuat tampilan kurang nyaman dipandang, tetapi kedekatan ini merupakan kesengajaan. 

Seorangg pasien bersiap ...Seorangg pasien bersiap menerima perawatan sinar gamma untuk mengobati kanker kulit di Pusat Onkologi di Semey, sebelah timur Kazakhstan. (Phil Hatcher-Moore)

"Pernah ada sejarah manusia digunakan sebagai subjek hidup," kata Moore. "Saya ingin mengawinkan kedua gagasan ini; bagaimana orang-orang pernah digunakan para peneliti pada masa itu dan bagaimana hal tersebut menitis ke dalam kehidupan sehari-hari—seperti apa, dan apa maknanya."

Rustam Janabaev, 6, terletak di ...Rustam Janabaev, 6, terletak di tempat tidurnya di bangsal Pusat Pelayanan Khusus Anak-anak di Ayagoz, Kazakhstan timur. Rustam lahir dengan hidrosefalus. (Phil Hatcher-Moore)

Beberapa subjek Moore mengalami cacat berat, sebagian besar lainnya menderita masalah kesehatan yang tak terlihat, seperti kanker, penyakit darah, atau PTSD. Yang lebih penting, sifat tersembunyi dan berbahaya dari nuklir menjadi masalah paling utama. "Untuk jangka waktu lama, tidak banyak perkembangan nuklir, tapi ini adalah masalah yang sangat nyata sekarang, "kata Moore.

Burung-burung terbang melintasi ...Burung-burung terbang melintasi permakaman di pinggiran Semey saat badai musim dingin. (Phil Hatcher-Moore)

"Tapi kita tidak membicarakan apa yang diperlukan untuk memperbarui senjata ini. Orang-orang ini adalah warisan dan bukti atas apa yang telah dilakukan untuk mencapai tujuan tersebut."

(Alexandra Genova/National Geographic)

KOMENTAR