Langka, Kucing Pasir di Gurun Sahara Maroko Terekam dalam Video
2017 / Oktober / 4   17:00

Langka, Kucing Pasir di Gurun Sahara Maroko Terekam dalam Video

Untuk pertama kalinya, para peneliti berhasil mendokumentasikan anak kucing pasir (Felis margarita) di wilayah alaminya di Gurun Sahara Maroko.

Langka, Kucing Pasir di Gurun Sahara Maroko Terekam dalam VideoTiga anak kucing pasir yang berhasil didokumentasikan oleh tim peneliti Panthera di Gurun Sahara Maroko. (Grégory Breton/Panthera)

Kucing pasir merupakan (Felis margarita) merupakan spesies dalam famili Felidae yang hanya ditemukan di padang pasir. Kucing ini relatif bertubuh kecil dan gempal, dengan kaki pendek, ekor panjang, dan telinga lebar dan runcing. 

Menemukan kucing pasir di habitat alaminya—Afrika bagian utara, Timur Tengah, dan Asia bagian tengah dan barat daya—merupakan hal yang sulit. Mereka nyaris tidak pernah meninggalkan jejak kaki, tidak pernah meninggalkan sisa mangsa, dan mereka bukanlah tipikal hewan yang vokal. 

(Baca juga: Ocelot Si Kucing Liar Langka Kembali Ditemukan di Texas)

Mereka bergerak mengendap-endap saat petang, malam, dan fajar. Spesies ini juga jago bersembunyi. Apalagi, warna bulu mereka yang mirip dengan gurun pasir memberi kamuflase sempurna saat mereka ingin lenyap dari pandangan pengamat atau predator. Tapi, mereka tak melarikan diri. 

Bulan April lalu, tim peneliti dari Panthera berhasil menemukan tiga ekor anak kucing pasir di semak-semak Gurun Sahara Maroko, tak jauh dari  Mereka kemudian mengambil gambar dan video serta memasang kamera perangkap dengan harapan dapat merekam beberapa perilaku alamiah kucing tersebut. Rekaman video tersebut kemudian diunggah oleh tim peneliti ke Youtube pada 17 September lalu. 

Baca juga: 

"Kami yakin ini adalah pertama kalinya peneliti mendokumentasikan anak kucing pasir liar di wilayah alami mereka di Afrika," tulis Grégory Breton, Managing Director Panthera France dalam blog resmi Panthera


Ia juga menjelaskan, berdasarkan pengalaman para peneliti dengan kucing pasir di pengangkaran, mereka memperkarakan bahwa ketiga anak kucing tersebut berumur enam sampai delapan minggu. Ukuran tubuh ketiganya terlalu kecil, sehingga tidak memungkinkan dipasang kalung pelacak.

Saat hendak meninggalkan anak-anak kucing tersebut, tim peneliti melihat kucing pasir betina dewasa dan akhirnya memasang kalung pelacak ke kucing tersebut. Tim peneliti menduga, kucing dewasa tersebut merupakan induk dari ketiga anak kucing yang ditemukan sebelumnya. 

"Jika kami dapat mengumpulkan rekaman video tentang kucing tersebut dan mengikutinya dalam jangka waktu lama, kami dapat mengumpulkan data mengenai siklus reproduksi alami dan penyebaran keturunan spesies ini di alam liar—semua topik yang belum pernah didokumentasikan sebelumnya," tulis Breton.

(Lutfi Fauziah)

KOMENTAR