Bukan Cuma Manusia, Ikan Guppy Juga Punya Kepribadian yang Kompleks
2017 / Oktober / 9   20:00

Bukan Cuma Manusia, Ikan Guppy Juga Punya Kepribadian yang Kompleks

Studi terbaru yang diterbitkan dalam jurnal Functional Ecology mengungkap, kepribadian pada ikan guppy ternyata lebih kompleks dari perkiraan sebelumnya.

Bukan Cuma Manusia, Ikan Guppy Juga Punya Kepribadian yang KompleksMeski semua guppy berubah menjadi lebih hati-hati di situasi stres, perbedaan pada masing-masing individu tetap utuh. (Neryx/Thinkstock)

Kepribadian tidak hanya dimiliki oleh manusia. Banyak hewan juga memiliki kepribadian, termasuk ikan tropis kecil yang dikenal dengan nama guppy. Studi terbaru yang diterbitkan dalam jurnal Functional Ecology mengungkap, kepribadian pada ikan guppy ternyata lebih kompleks dari perkiraan sebelumnya. 

Dalam studi tersebut, para peneliti dari University of Exeter menguji perbedaan kepribadian pada 105 ikan guppy dari Trinidad. Mereka mengamati ciri perilaku konsisten yang menunjukkan bagaimana satu individu bereaksi terhadap beragam situasi.

(Baca juga: Zebrafish, Ikan Mungil yang Berjasa dalam Penelitian Medis)

Penelitian itu berupaya untuk mengamati gaya masing-masing individu guppy dalam mengatasi stres. Para periset menempatkan ikan-ikan guppy tersebut ke dalam tangki baru untuk menimbulkan stres ringan, kemudian memicu stres yang lebih tinggi dengan menempatkan predator tiruan. 

Penampakan predator memberikan efek pada perilaku rata-rata: membuat semua guppy berperilaku lebih hati-hati. Meski begitu, tiap-tiap individu masih mempertahankan kepribadian mereka yang berbeda. 

"Ketika ditempatkan ke lingkungan yang asing, kami menemukan ikan guppy punya beragam strategi untuk mengatasi situasi stres. Banyak yang berusaha untuk sembunyi, ada yang mencoba kabur, beberapa menjelajahi tempat baru dengan hati-hati, dan sebagainya," ujar Thomas Houslay, penulis utama studi. 

(Baca juga: Ikan Aneh Penghuni Laut Dalam Berhasil Terekam Kamera untuk Pertama Kalinya)

Perbedaan di antara mereka konsisten sepanjang waktu dan di situasi berbeda. "Jadi meski semua guppy berubah menjadi lebih hati-hati di situasi stres, perbedaan pada masing-masing individu tetap utuh," tambah Houslay.

Para periset merekam reaksi ikan-ikan guppy dan menggunakan software khusus untuk mengekstrak data perilaku secara otomatis dari rekaman. Mereka mengulang eksperimen ini berulang kali selama lebih dari seminggu untuk mempelajari respons masing-masing ikan guppy—termasuk apa yang mereka lakukan dan berapa lama.

"Kami melihat strategi-strategi yang cukup kompleks, lebih kompleks dari yang kita pikir sebelumnya. Variasi tersebut bukan secara acak. Ada sesuatu yang lebih berarti terjadi," ucap Houslay. 

Meskipun ikan-ikan guppy tersebut tumbuh di laboratorium, mereka memiliki kepribadian yang berbeda-beda. Kompleksitasnya memang tidak bisa menyamai kepribadian manusia, tapi bisa membantu menjelaskan sifat individualitas. 

(Baca juga: Lizard Fish, Monster Ganas Penghuni Laut Dalam)

Langkah selanjutnya, kata periset, adalah memahami bagaimana genetika mempengaruhi kepribadian, dan peran apa yang mungkin dimainkan dalam evolusi. 

"Kami ingin tahu bagaimana kepribadian terkait dengan aspek kehidupan lainnya, dan sejauh mana hal tersebut didorong oleh pengaruh genetik—alih-alih lingkungan," kata rekan penulis studi, Alastair Wilson.

"Tujuannya, untuk mengetahui tentang proses evolusi, bagaimana strategi perilaku yang berbeda dapat bertahan saat spesies berevolusi," pungkas Wilson.

(Lutfi Fauziah. Sumber: www.mnn.com)

KOMENTAR