Tak Terlihat Selama 80 Tahun, Makhluk Misterius Amazon Kembali Muncul
2017 / Agustus / 31   13:03

Tak Terlihat Selama 80 Tahun, Makhluk Misterius Amazon Kembali Muncul

Vanzolini saki memiliki rambut gondrong yang menutupi wajahnya, kaki dan tangan berwarna keemasan, serta berjalan di atas keempat anggota gerak seperti kucing.

Tak Terlihat Selama 80 Tahun, Makhluk Misterius Amazon Kembali MunculMonyet Vanzolini saki memiliki ciri menonjol berupa rambut gondrong yang menutupi sebagian wajahnya dan kaki serta tangan berwarna keemasan. (Christina Selby/Biographic via National Geographic)

Setelah tak pernah terlihat hidup-hidup sejak lebih dari 80 tahun lalu, kini monyet Vanzolini saki menampakkan dirinya di hadapan para ilmuwan di pedalaman hutan Amazon. Vazolini saki pertama ditemukan oleh naturalis Ekuador Alfonso Ollala pada 1936 silam. 

Vanzolini saki memiliki nama ilmiah Pithecia vanzolinii, yang diambil dari nama belakang ahli hewan Brazil, Paulo Vanzolini, sebagai penghormatan terhadap jasa-jasanya dalam ilmu pengetahuan tentang hewan.

Penemuan makhluk misterius Amazon ini  terjadi ketika Laura Marsh, direktur Global Conservation Institute melakukan ekspedisi ke wilayah barat Amazon yang jarang dijamah manusia. Ia didampingi oleh tim yang terdiri dari ilmuwan, fotografer, ahli konservasi, dan pemandu lokal.Mereka berlayar dengan perahu di Sungat Eiru, di dekat perbatasan Brazil dan Peru.

Pada hari keempat ekspedisi, akhirnya tim menjumpai seekor Vanzolini saki berlari di antara pepohonan tepi sungai. Saat Marsh pertama kali melihat monyet tersebut setelah bertahun-tahun menunggu, ia menangis tersedu-sedu. "Itu sangat fantastis," katanya. "Saya gemetaran dan sangat gembira. Saya hampir tidak bisa mengambil gambar," tuturnya. 

Marsh telah bertahun-tahun mempelajari tentang struktur taksonomi monyet saki. Ia menjelaskan, monyet Vanzolini saki memiliki ciri fisik unik yang membuatnya mudah dibedakan dengan jenis monyet saki lainnya. Vanzolini saki memiliki rambut gondrong yang menutupi wajahnya. Selain itu, kaki dan tangannya yang berwarna keemasan juga menjadi ciri menonjol lainnya. 

Vanzolini saki tidak memiliki ekor yang dapat digunakan untuk memegang selayaknya spesies monyet lain. Marsh menggambarkan bahwa saki lebih mirip kucing, berlari di atas keempat kakinya melintasi cabang-cabang tipis. Saat terancam, para pejantan Vanzolini saki  akan berlari menjauh dari induk dan anak-anak saki, berharap predator akan mengikuti mereka dan membiarkan yang lainnya melarikan diri. 

Monyet Vanzolini saki menghadapi berbagai ancaman kepunahan, di antaranya perburuan dan penyusutan habitat akibat alih fungsi hutan menjadi kawasan urban. Marsh merekomendasikan agar spesies ini diberi status "Terancam" dalam Daftar Merah Spesies Terancam Punah IUCN. 

Laporan lengkap soal penemuan spesies ini akan diterbitkan dalam jurnal Oryx. "Perbedaan paling mencolok pada Vanzolini dari spesies monyet saki lainnya adalah penampilannya yang unik, tapi butuh lebih banyak studi untuk memahami perbedaan genetik makhluk ini," tutup Marsh. 

(Lutfi Fauziah. Sumber: National Geographic)

KOMENTAR