Potret Kehidupan Para Perempuan Muda di Jalur Gaza
2017 / Agustus / 1   13:07

Potret Kehidupan Para Perempuan Muda di Jalur Gaza

Fotografer Monique Jaques memberi kita gambaran intim tentang para perempuan muda yang tinggal di salah satu tempat paling terbatas di dunia.

Potret Kehidupan Para Perempuan Muda di Jalur GazaMahasiswa kedokteran dari Universitas Islam saat istirahat di bangsal bersalin di rumah sakit Al-Shifa di Gaza. Menurut Jaques, pendidikan sangat dihargai - dan dapat diakses - di Gaza. (Monique Jaques)

Kehidupan di Jalur Gaza begitu sulit. Ada konflik, kemiskinan, dan sedikit bahan bakar yang hanya cukup untuk menyalakan listrik selama beberapa jam sehari. Dua juta orang tinggal di wilayah yang dikuasai Palestina, kira-kira dua kali ukuran District of Columbia, menjadikannya sebagai salah satu tempat paling sesak di dunia.

Monique Jaques, seperti banyak jurnalis foto,  awalnya melakukan perjalanan ke Gaza pada tahun 2004 untuk meliput perang dengan Israel. Tapi setelah tinggal dengan sebuah keluarga dan berteman dengan anak perempuan keluarga tersebut yang hanya beberapa tahun lebih muda darinya, berbagai cerita tak terduga mulai bermunculan.

Anak perempuan bermain sepak ...Anak perempuan bermain sepak bola di Kota Beit Lahiyah di Gaza utara. Perempuan di Gaza biasanya melakukan semua jenis olahraga sampai usia 16 tahun, kata Jaques. Banyak yang berhenti setelah itu karena keluarga mereka fokus untuk mencari suami untuk mereka. (Monique Jaques)

Jaques mulai mengerti bahwa di tempat yang kehidupan sehari-harinya begitu menantang, tumbuh sebagai perempuan menjadi hal yang lebih sulit lagi. Anak perempuan adalah cerminan keluarga mereka, kata Jaques. Ada banyak tekanan pada mereka untuk berperilaku dengan cara yang menarik perhatian calon pasangan terbaik dan meringankan beban keluarga.

Hadeel Fawzy Abushar, 25, ...Hadeel Fawzy Abushar, 25, merekam sebuah lagu di sebuah studio di Kota Gaza pada tahun 2013. Hanya ada sedikit penyanyi perempuan yang tersisa, karena keluarga dan pemerintah daerah memandang rendah profesi tersebut, kata Jaques. Hadeel memulai saat berusia 12 tahun dan semua saudaranya adalah penyanyi. (Monique Jaques)

Kondisi ini diperbesar oleh kenyataan bahwa keluarga besar hidup secara komunal dan hanya ada sedikit hal yang bisa lolos dari pengawasan orang lain. Bahkan bertemu dengan laki-laki untuk minum kopi tanpa sepengetahuan orang tua Anda, kata Jaques, bisa jadi penyebab gosip.

Seorang pengantin menunggu ...Seorang pengantin menunggu memasuki ruang pernikahan. Perempuan sekarang diizinkan untuk terlihat pada hari pernikahan mereka oleh laki-laki manapun kecuali tunangan mereka, kata Jaques. (Monique Jaques)

Untuk mendapatkan akses, Jaques mulai bertemu sebanyak mungkin gadis, dan membangun tradisi cerita lisan oleh orang-orang Palestina, dengan meminta mereka membagikan ceritanya. Satu hal bisa mengarah ke hal lain saat dia membuat lebih banyak koneksi. Meskipun sebagian besar orang yang difotonya tinggal di Kota Gaza yang lebih liberal, masih ada tantangan untuk meyakinkan remaja dan orang dewasa muda untuk menyingkirkan kekhawatiran akan norma sosial dan membiarkannya memotret mereka.

Keindahan itu penting ...Keindahan itu penting dimana-mana. Di sini, seorang gadis memamerkan kuku bertema Palestina-nya. Jaques mengamati, gadis-gadis di Gaza sama pedulinya dengan penampilan mereka seperti orang lain di seluruh dunia. (Monique Jaques)

"Bila Anda masih muda Anda bisa melakukan apapun yang Anda mau," kata Jaques. "Begitu Anda mengalami pubertas, semuanya berubah. Keluarga akan mendorong anak perempuan muda mereka untuk difoto, tapi lebih enggan menyuruh anak perempuan yang lebih tua."

Yara dan teman-temannya ...Yara dan teman-temannya menyiapkan nomor tarian saat listrik padam. Bahan bakar langka di Gaza dan banyak keluarga hanya menerima enam sampai delapan jam listrik sehari. (Monique Jaques)

Sebagian besar gadis yang dia potret tidak pernah pergi ke luar Gaza, tapi kebanyakan mereka semua ingin pergi, jika hanya untuk waktu yang singkat. "Aku berharap aku bisa pergi sehari saja ke tempat di mana tidak ada orang yang mengenalku," salah satu gadis itu kepada Jaques.

Doaa mengambil foto dirinya di ...Doaa mengambil foto dirinya di sebuah kafe trendi di Kota Gaza pada tahun 2012. (Monique Jaques)

Meskipun mengalami kesulitan, Jaques memutuskan untuk lebih berfokus pada saat-saat kegembiraan, harapan, dan kekuatan yang dapat ditemukan di lingkungan dengan kehidupan terbatas dan terus terkoyak itu.

KOMENTAR