Pertama Kalinya, ''Kilauan'' Air Terdeteksi pada Jupiter Panas
2017 / Agustus / 4   18:14

Pertama Kalinya, "Kilauan" Air Terdeteksi pada Jupiter Panas

Untuk kali pertama, para ilmuwan menemukan molekul air yang “berkilau” di sekitar planet yang berada di luar tata surya kita.

Pertama Kalinya, ''Kilauan'' Air Terdeteksi pada Jupiter PanasWASP–121b mengitari bintang induknya (Engine House VFX/At-Bristol Science Centre/University of Exeter)

Untuk kali pertama, para ilmuwan menemukan molekul air yang “berkilau” di sekitar planet yang berada di luar tata surya kita. Adanya molekul tersebut juga membuat para peneliti menduga bahwa planet bernama WASP-121b ini memiliki stratosfer.

Dilaporkan dalam jurnal Nature, molekul air pada planet ini tertangkap teleskop antariksa Hubbel milik Badan Antariksa Amerika Serikat (NASA). Analisis spektroskopi juga menunjukkan bahwa molekul air mengeluarkan radiasi inframerah akibat kehilangan energi seiring kenaikan panas di stratosfer sebanyak 560 derajat celcius menjadi 2500 derajat celcius.

Dilansir dari Science Alert 3 Agustus 2017, para ilmuwan menduga kilauan tersebut berasal dari zat kimia vanadium oksida dan oksida titanium. Namun, belum ada kepastian mengenai hal itu.

"Ketika datang ke eksoplanet yang jauh, yang tidak dapat kita lihat dalam detail yang sama seperti planet lain di tata surya kita sendiri, kita harus bergantung pada teknik proxy untuk mengungkapkan struktur mereka," kata astronom Drake Deming dari University of Maryland.

"Stratosfer WASP-121b yang sangat panas membuat uap air bersinar sehingga menjadi dasar analisis kami," tambahnya.

WASP-121b berada sekitar 900 tahun cahaya dari bumi. Ia termasuk exoplanet atau planet yang berada di luar tata surya. Dengan massa planet 1,2 kali dan radius 1,9 kali dibanding planet Jupiter, WASP-121b termasuk kelompok Jupiter panas.

Akan tetapi, WASP-121b juga memiliki beberapa perbedaan dari Jupiter. Salah satunya adalah udaranya yang sangat panas sehingga tidak mungkin menopang kehidupan.

Perbedaan lainnya, Jupiter mengorbit matahari setiap 12 tahun sekali, sedangkan WASP-121b hanya butuh 1,3 hari untuk mengitari bintang induknya. Dengan jarak sedekat itu, manusia tidak akan bisa hidup di WASP-121b. Sebab, gravitasi bintang induknya bisa merobek planet.

Meski demikian, memecahkan misteri WASP-121b bisa menjadi pelajaran penting dalam usaha kita mencari bumi berikutnya.

"[Jupiter panas] adalah langkah pertama untuk mengasah keterampilan kita, mengembangkan alat kita, dan mempersiapkan kita untuk hal-hal yang lebih menyerupai Bumi," kata astronom Kevin Heng dari University of Bern yang mengulas studi tersebut.

(Lutfy Mairizal Putra/Kompas.com)

KOMENTAR