Mosaik Langka Berusia 2.000 Tahun dari Era Romawi Kuno Ditemukan
2017 / Agustus / 4   11:01

Mosaik Langka Berusia 2.000 Tahun dari Era Romawi Kuno Ditemukan

Arkeolog di Siprus menemukan mosaik lantai era Romawi kuno langka berusia hampir 2.000 tahun. Mosaik ini merupakan satu-satunya yang menampilkan hippodrome.

Mosaik Langka Berusia 2.000 Tahun dari Era Romawi Kuno DitemukanMosaik romawi kuno (National Geographic)

Setelah melakukan penggalian selama bertahun-tahun, para arkeolog di Siprus menemukan mosaik lantai era Romawi kuno langka berusia hampir 2.000 tahun.

Mosaik yang membentang sepanjang 85 kaki tersebut menampilkan adegan balap kereta di sebuah bukit hippodrome Romawi, sebuah gelanggang terbuka untuk pacuan kuda. Ilustrasi itu disertai dengan prasasti dalam bahasa Yunani kuno, yang menyebutkan nama-nama kuda dan pembalap mereka.

Mosaik ini dianggap telah menjadi bagian dari galeri di di mansion abad ke-4 M. Para arkeolog juga mengatakan bahwa mosaik tersebut merupakan satu dari sedikit mosaik yang tersisa dari dunia kuno.

Artefak bersejarah tersebut terbelenggu tanpa gangguan selama berabad-abad, sampai seorang petani di Desa Akaki, Siprus, sekitar 14 mil dari ibu kota Nicosia, menemukan fragmen mosaik dari bagian lain mansion pada tahun 1938.

Mosaik lantai langka itu kemudian ditemukan di bawah jalan setapak yang dilalui kereta api. Penggalian di lokasi baru dimulai pada tahun 2013, dan mosaik tersebut hanya ditampilkan sebentar pada 2016 sebelum pihak berwenang menutupinya untuk perlindungan.

Arkeolog sudah menghapus lapisan kotoran untuk memulai pekerjaan restorasi, namun mereka memperkirakan akan memakan waktu beberapa tahun sampai peninggalan era Romawi kuno tersebut dapat dikunjungi oleh masyarakat umum.

Fryni Hadjichristofi, kepala petugas arkeologi yang bertanggung jawab atas situs tersebut mengatakan bahwa hingga saat ini, mosaik tersebut merupakan satu-satunya dari hanya sembilan mosaik lain yang menggambarkan pemandangan hippodrome yang ditemukan di seluruh dunia Romawi. 

"Ini sangat jarang, seperti adegan sirkus—seperti yang kami punya di Akaki—tidak sering digambarkan pada mosaik," kata Hadjichristofi kepada Associated Press.

"Seringnya kami memiliki kuda atau kusir terisolasi yang ikut ambil bagian, tapi hippodrome itu sendiri dan balapan di hippodrome, cukup langka," pungkasnya.

(Lutfi Fauziah. Sumber: Casey Smith/National Geographic)

KOMENTAR