Makhluk Misterius Pemakan Daging Gerogoti Kaki Remaja Ini
2017 / Agustus / 8   20:03

Makhluk Misterius Pemakan Daging Gerogoti Kaki Remaja Ini

Hewan bernama pinjal laut telah menggerogoti daging kaki seorang remaja bernama Sam Kanizay di sebuah pantai di Australia.

Makhluk Misterius Pemakan Daging Gerogoti Kaki Remaja IniSam Kanizay berbaring di tempat tidur dengan kaki yang berlumuran berdarah. Ia pergi merendam kaki di pantai Melbourne dan menghasilkan kaki yang berselimutkan darah yang telah membingungkan para ahli kelautan. (Jarrod Kanizay, AP)

Sebuah potret bergambar kaki berlumuran darah telah menghebohkan seantero Australia Senin lalu. Pasalnya, gambar kaki yang berlumuran darah tersebut merupakan kaki seorang remaja bernama Sam Kanizay, setelah dirinya berada di pantai Melbourne.

Remaja berusia enam belas tahun tersebut dilarikan ke sebuah rumah sakit di Melbourne, Sabtu lalu, dengan darah yang mengucur deras dari kakinya. Foto-foto yang diambil di tempat kejadian menunjukkan Kanizay sedang duduk di ranjang rumah sakit, dengan kondisi bagian bawah kaki yang hampir seluruhnya terselimuti darah akibat luka-luka.

Kejadian bermula ketika Kanizay merendam kakinya di laut. Kala itu, kakinya terasa sakit setelah bermain sepak bola. Ia berharap, air dingin dapat membuat kakinya merasa lebih baik.

Kanizay menuturkan kepada surat kabar The Age, ia merasakan kesemutan di sekujur kakinya, sehingga ia memutuskan untuk merendam kaki di air dingin. “Saya tidak berpikir kaki saya akan dimakan oleh apapun,” ujar Kanizay.

Baca juga: Hewan-Hewan Ini Hidup di Tempat Terpanas di Bumi

Sesampainya di rumah sakit, kaki Kanizay segera dibalut, diperiksa apakah ada parasit, dan diberi antibiotk. Hingga saat itu, dokter belum dapat memberikan komentar mengenai kondisinya, dan masih terlalu dini untuk mendeteksi lebih jauh.

Sejak pemberitaan mengenai Kanizay menghebohkan publik, sebuah spekulasi muncul mengenai apa yang menggerogoti kaki Kanizay. Diduga, kutu laut adalah penyebabnya. Nama tersebut secara luas digunakan untuk menggambarkan krustasea—kelompok binatang air berkulit keras dan beruas-ruas—parasit kecil eksternal yang memakan kulit dan darah atau larva ubur-ubur.

Krustasea lebih sering ditemukan menempel pada ikan. Dalam jumlah yang besar, mereka dapat menyebabkan kerusakan pada ikan dengan menciptakan luka di tubuh ikan. Kutu laut menjadi wabah pantai di seluruh dunia dari Australia ke Florida, di mana mereka sering menerobos masuk ke dalam pakaian renang dan menyebabkan ruam gatal.

Ayah Sam, Jarrod Kanizay, mencoba mencari jawaban tentang penyebab luka misterius yang diderita anaknya. Dengan mengenakan wetsuit, ia menggunakan jaring kolam dan beberapa potong daging untuk “memancing” makhluk misterius itu.

Sebuah video menunjukkan amphipoda—yang juga disebut pinjal pasir atau pinjal laut—menggerogoti daging yang digunakan untuk memancingnya dari air. Jon Norenburg, seorang ahli zoologi penelitian dan ketua Departemen Zoologi Invertebrata Smithsonian's National Museum of Natural History, menjelaskan bahwa membingungkan kedua hewan tersebut adalah kesalahan yang wajar.

Baca juga: Ikan Aneh Penghuni Laut Dalam Berhasil Terekam Kamera untuk Pertama Kalinya

“Menempatkan amphipoda sebagai kutu laut adalah permasalahan yang terus terjadi,” kata Norenburg melalui email dengan National Geographic. Norenburg menerangkan, ada ratusan spesies yang ditemukan di seluruh dunia. Kebanyakan amphipoda adalah herbivora, sementara yang lainnya adalah omnivora pemakan bangkai. Beberapa spesies non-parasit sangat menyukai darah.

Ilmuwan laut, Genefor Walker-Smith, memeriksa makhluk-makhluk yang ditangkap oleh Jarrod Kanizay. Ia ingin memastikan bahwa hewan tersebut bukanlah kutu laut, melainkan pinjal laut.

Apa yang Menarik Perhatian Mereka?

Dalam sebuah wawancara dengan The Age Australia, Walker-Smith berteori bahwa amphipoda tertarik untuk “melukai” kulit remaja, atau mungkin Kanizay sedang berdiri di dekat bangkai ikan yang menarik perhatian makhluk pemakan daging tersebut kala itu.

Menurut Walker-Smith, pinjal ini biasanya melimpah di wilayah tempat insiden terjadi. Dia tidak terkejut ketika ayah Kanizay dapat menangkap begitu banyak pinjal dengan “memancing”nya melalui sepotong daging. Seandainya Kanizay menggerakkan kakinya di dalam air, amphipoda tersebut tidak akan mungkin menempel di kulitnya. Mereka biasanya mengais ikan mati.

Tingkat keparahan cedera Kanizay kemungkinan disebabkan oleh fakta bahwa ia sengaja berdiam diri untuk membantu meringankan rasa sakit pada otot-ototnya. Beberapa peneliti telah berteori bahwa amphipoda melepaskan sebuah anti-koagulan saat menggigit Kanizay, sebuah reaksi yang terkadang terlihat pada gigitan dari lintah dan spesies krustasea lainnya.

Penjelasan Lain

Meskipun kemungkinan pinjal laut adalah pelakunya, keraguan masih saja muncul. Video tersebut hanya membuktikan bahwa pinjal laut bisa sering berada di pantai yang sama di mana Kanizay digigit.

“Kita perlu melihat atau menangkap mereka ketika sedang beraksi menggigit kaki seseorang lagi,” tutur Norenburg.

Baca juga: Spesies Hiu Baru yang Bisa Bersinar Ditemukan

Dalam sebuah wawancara dengan New York Times, professor di University of New South Wales, Alistair Poore, mengungkapkan keraguannya. “Anda bisa menarik perhatian berbagai binatang laut dengan daging mentah,” kata Poore.

Pada tahun 2015, seorang ayah dan anak mengalami luka serupa saat merendam kaki mereka di pantai yang sama, meskipun tidak begitu parah. Seperti Kanizay, mereka mengaku belum merasakan sakit dan menyadari bahwa kaki mereka berdarah setelah meninggalkan air. Saat mengangkat kaki, mereka melihat makhluk kecil seperti kecebong, sifat fisik yang lebih sesuai dengan kutu laut.

(Citra Anastasia. Sumber: Sarah Gibbens/National Geographic)

KOMENTAR