Makanan yang Dianggap Sehat Ini Ternyata Belum Tentu Layak Konsumsi
2017 / Agustus / 24   19:35

Makanan yang Dianggap Sehat Ini Ternyata Belum Tentu Layak Konsumsi

Meskipun dipandang menyehatkan, makanan-makanan di bawah ini ternyata berisiko menyebabkan penyakit dan tidak patut untuk dikonsumsi.

Makanan yang Dianggap Sehat Ini Ternyata Belum Tentu Layak KonsumsiSenyawa belerang yang tinggi di kubis tampaknya dapat melawan kanker. | DHA—sejenis asam lemak omega-3 yang ditemukan dalam minyak ikan—meningkatkan kekuatan otak. | Sementara buah delima dan jusnya mengandung antioksidan tinggi, buah ini bukanlah obat mujarab. | Kacang diketahui bisa mengurangi risiko kanker, penyakit jantung, dan stroke. | Kembang kol dan sayuran semacam kubis lainnya memiliki manfaat bagi kesehatan. | Lesitin dalam keju dapat menyebabkan radang arteri. | Rempah-rempah dapat membantu mengatur tekanan darah. | Data tentang makanan India menyatakan bahwa kunyit bisa membantu menangkal Alzheimer. | Daging merah mengandung karnitin, yang dapat menyebabkan disfungsi kardiovaskular. | Satu gelas anggur merah setiap hari dapat menyehatkan tubuh dan dianggap bermanfaat bagi jantung. | Penuh manfaat, flavonoid dalam coklat hitam mampu melawan penyakit dan memiliki kandungan gizi terbaik. | Sayuran hijau seperti bok choy sarat akan antioksidan dan magnesium, yang membantu melawan diabetes tipe 2. (Rebecca Hale, NGM Staff)

Ilmuwan nutrisi terus melakukan penelitian terhadap sifat kesehatan makanan. Semua bahan makanan yang ada pada foto di atas, ditambah dengan minyak zaitun dan teh, telah menjadi subyek lebih dari 20 penelitian dalam 25 tahun terakhir, menurut Michael Roizen, kepala petugas kesehatan di Cleveland Clinic.

Roizen berujar, “Makanan-makanan tersebut memiliki manfaat tak terduga, atau biasa dikonsumsi tetapi mungkin memiliki risiko,” katanya.

Nutrisi beberapa makanan seperti buah delima dan pistachio—semacam buah kenari hijau—di Inggris menjadi ‘tenar’ karena trik sebuah perusahaan besar yang mendominasi produksi dan penjualan makanan tersebut. Perusahaan tersebut membayar sebagian besar penelitian mengenai nutrisi makanan yang dinaunginya.

Namun, studi yang disponsori dapat menaungi sains, kata Roizen. National Dairy Council, misalnya, memiliki produk pemasaran yang besar, seperti susu, yogurt, keju, dan lain-lain yang bergizi secara alami.

Beberapa produk susu mengandung senyawa yang disebut lesitin, yang dianggap sehat dan tahan lama. Namun, lesitin berinteraksi dengan bakteri usus untuk menghasilkan senyawa majemuk trimetilamin, yang menyebabkan radang dan dapat menyebabkan penyakit. Selain susu, kuning telur juga megandung lesitin, sehingga Roizen menyarankan untuk meminimalkan konsumsi makanan-makanan tersebut.

Makanan yang sering diteliti belum tentu makanan yang harus Anda makan. Roizen menyarankan untuk menghindari diet rendah karbohidrat yang menekankan pada mentega, keju, dan daging. Bahkan, daging sapi yang diberi makan rumput segar ternyata mengandung karnitin, salah satu penghasil trimetilamin.

“Protein tidak akan berbeda, apakah asalnya diberi makan rumput segar atau diberi makan biji-bijian,” ujar Roizen. Anggur merah atau tetesan minyak zaitun segar dan masih alami—dua makanan yang paling sering diteliti—dapat sedikit mengurangi efek negatif dari daging dan susu. Namun, anggur merah tersebut tetap berisiko tinggi, begitu pula minyak zaitun yang tinggi kalori.

Lebih baik, ikutilah sains daripada sensasi, begitu Roizen berujar. Mengkonsumsi sayuran adalah pilihan terbaik. Selain itu, pilihlah salmon atau ikan laut yang memiliki lebih banyak minyak ikan daripada kebanyakan spesies lainnya yang tinggi lemah dan rendah suhu. Meminum kopi hitam juga mampu meningkatkan kerja hati.  Di samping itu, mengkonsumsi kacang secara tidak berlebihan dan sepotong coklat hitam mampu mengoptimalkan kesehatan tubuh.

(Citra Anastasia. Sumber: Catherine Zuckerman/National Geographic Magazine)

KOMENTAR