Dari Lutut Berusia 6.000 Tahun, Fakta Baru Tentang Penyakit Artritis Terkuak
2017 / Agustus / 23   12:55

Dari Lutut Berusia 6.000 Tahun, Fakta Baru Tentang Penyakit Artritis Terkuak

Studi mengungkap, penyakit artritis bukan disebabkan oleh umur manusia yang semakin panjang dan berat badan yang terus meningka seperti anggapan umum saat ini.

Dari Lutut Berusia 6.000 Tahun, Fakta Baru Tentang Penyakit Artritis TerkuakLutut kuno yang menunjukkan bukti-bukti gesekan antara tulang akibat artritis. (Heli Maijanen/PNAS)

Artritis adalah salah satu penyakit kronis yang umum diderita oleh manusia sedunia sejak ribuan tahun yang lalu. Namun, jumlah penderita artritis baru meledak selama beberapa dekade terakhir. Di Amerika Serikat saja, sebanyak 54,4 juta orang atau satu dari enam orang menderita artritis.

Hal ini, menurut kebanyakan peneliti dan masyarakat umum, disebabkan oleh umur manusia yang semakin panjang dan berat badan yang terus meningkat.

Untuk mencari kebenarannya, seorang pakar biologi dari Harvard University, Ian Wallace, mempelajari tulang dari orang-orang lansia Amerika Serikat di berbagai periode, termasuk sebuah spesimen dari suku Indian yang berusia 6.000 tahun.

Wallace berpendapat bahwa ketika kendaraan belum diciptakan dan orang-orang harus berjalan, bertani, dan berburu; artritis menjadi sebuah penyakit yang tidak terelakkan.

Namun, ternyata dugaan Wallace tidak terbukti. Dilaporkan dalam jurnal Proceedings of the National Academy of Sciences, artritis justru lebih umum ditemukan selama beberapa dekade terakhir. Bahkan, sejak tahun 1940-an, angka osteoartritis meningkat hingga dua kali lipat di antara populasi AS.

Lalu, setelah mengategorikan spesimen berdasarkan berat badan dan usia, hasil penelitian Wallace menunjukkan bahwa kedua faktor ini tidak mempengaruhi kemungkinan seseorang terkena artritis.

“Kita mampu menunjukkan, untuk kali pertama, bahwa penyebab dari rasa sakit ini justru dua kali lebih umum ditemukan sekarang daripada dulu,” ujar Wallace dalam siaran pers.

Dia melanjutkan, namun, yang lebih mengejutkan adalah fakta bahwa penyakit ini tidak hanya disebabkan oleh umur manusia yang semakin panjang atau berat badan yang terus bertambah, tetapi untuk alasan lain yang kemungkinan berhubungan dengan lingkungan modern kita

Studi ini tidak menyebutkan secara spesifik alasan dari peningkatan jumlah artritis di era modern. Namun, penulis studi lain, Daniel Lieberman, menduga bahwa hal ini disebabkan oleh meningkatnya waktu duduk masyarakat modern. Selain itu, pola makan yang berubah dan luka akibat olahraga juga dapat mempengaruhi.

Artikel ini sudah pernah ditayangkan sebelumnya di Kompas.com dengan judul Apa yang Bisa Dipelajari dari Lutut 6.000 Tahun tentang Artritis?

(Shierine Wangsa Wibawa/Kompas.com)

KOMENTAR