Banjir Asia Selatan Hilangkan Lebih dari 1.000 Nyawa
2017 / Agustus / 24   18:12

Banjir Asia Selatan Hilangkan Lebih dari 1.000 Nyawa

Banjir yang melanda Asia Selatan sejak pertengahan Juli lalu telah melayangkan lebih dari 1.000 jiwa penduduk di India, Nepal, dan Bangladesh.

Banjir Asia Selatan Hilangkan Lebih dari 1.000 NyawaJumlah korban tewas akibat banjir yang melanda Asia Selatan telah meningkat di atas 1.000 orang, menurut pernyataan beberapa pejabat pada Kamis, 24 Agustus 2017. (Phys.org)

Jumlah korban tewas akibat banjir yang melanda Asia Selatan telah meningkat di atas 1.000 orang, menurut pernyataan beberapa pejabat pada Kamis, 24 Agustus 2017. Tim penyelamat mencoba mencari jutaan orang yang terdampar akibat bencana monsun terburuk dalam beberapa tahun terakhir di kawasan ini.

Ribuan tentara dan petugas darurat telah ditempatkan di India, Bangladesh dan Nepal, di mana pihak berwenang mengatakan bahwa total 1.009 mayat telah ditemukan sejak 10 Agustus silam, ketika curah hujan yang intens mulai menurun.

Menurut Anirudh Kumar, seorang pejabat manajemen bencana alam terkemuka, 26 mayat ditemukan di Bihar—sebuah negara bagian di India timur—menambah korban tewas di sana hingga 367 jiwa, pada Rabu lalu.

Artikel terkait: Video: Penyelamatan Dramatis Saat Banjir Ganas Menerjang Cina

"Kami masih memiliki hampir 11 juta orang yang terkena dampak di 19 distrik di negara bagian tersebut," katanya kepada AFP. Kumar menambahkan, 450.000 pengungsi banjir telah berlindung di tempat perlindungan pemerintah.

Di negara bagian Uttar Pradesh, banjir telah menenggelamkan hampir setengah dari 220 juta penduduk negara bagian di India yang paling padat penduduknya itu. Juru bicara Badan Penanggulangan Bencana, TP Gupta, mengatakan kepada AFP bahwa 82 orang telah meninggal dan lebih dari 2 juta penduduk terkena bencana di sana.

Ribuan tentara dan petugas ...Ribuan tentara dan petugas darurat telah ditempatkan di India, Bangladesh dan Nepal, di mana pihak berwenang mengatakan bahwa total 1.009 mayat telah ditemukan sejak 10 Agustus silam, ketika curah hujan yang intens mulai menurun. (Phys.org)

Di sisi lain, Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) menyebut bencana yang melanda negara bagian perbatasan Nepal—di mana 146 orang meninggal dan 80.000 rumah hancur—sebagai banjir terburuk dalam 15 tahun terakhir.

Kementerian Dalam Negeri Nepal memperingatkan bahwa jumlah korban yang meninggal dapat bertambah saat tim bantuan menjangkau lebih banyak daerah terpencil di negara pegunungan yang miskin itu.

Di wilayah Himalaya di India barat laut, tanah longsor yang disebabkan oleh hujan deras telah menewaskan 54 orang. Salah satu yang terparah adalah adanya banjir bandang yang menyapu dua bus di lereng gunung.

Baca juga: Penyelamatan Diri Dramatis Seorang Perempuan dari Banjir Lumpur di Peru

Situasi perlahan mereda di Benggala Barat dan Assam. 223 orang meninggal dunia akibat banjir yang melanda dua negara bagian di timur dan utara India tersebut.

Banjir di Assam—gelombang kedua yang melanda negara bagian dalam waktu kurang dari 4 bulan—telah menghancurkan negara ini secara luas, membunuh 71 orang dan satwa liar asli, termasuk harimau Benggala dan 15 badak bercula satu yang langka.

Di dataran rendah Benggala Barat, 152 orang meninggal dan ratusan ribu penduduk telah melarikan diri dari desa-desa yang tenggelam dengan menggunakan kapal dan rakit darurat untuk mencapai stasiun bantuan pemerintah.

Baca juga: Aksi Kelinci Liar Menunggangi Domba Demi Selamatkan Diri dari Banjir

Di seberang perbatasan di Bangladesh, permukaan air perlahan kembali normal di sungai Brahmaputra dan Sungai Gangga utama. Badan Penanggulangan Bencana mengatakan bahwa Kamis ini, korban tewas mencapai 137 jiwa, dengan lebih dari 7,5 juta orang terkena dampak sejak banjir melanda negara sungai tersebut.

Hampir 350 orang tewas dalam gelombang pertama banjir yang dimulai pada pertengahan Juli di negara bagian barat India di Gujarat dan Rajasthan, serta beberapa negara bagian timur laut yang terpencil.

(Citra Anastasia. Sumber: phys.org)

KOMENTAR