Apakah Anda Memiliki Gangguan Obsesif Kompulsif? Kenali Tanda-tandanya
2017 / Agustus / 3   19:43

Apakah Anda Memiliki Gangguan Obsesif Kompulsif? Kenali Tanda-tandanya

Gangguan Obsesif Kompulsif sering berakar pada ketakutan irasional terhadap kontaminasi, terutama terhadap kuman. Kenali tanda-tanda penderita OCD berikut ini.

Apakah Anda Memiliki Gangguan Obsesif Kompulsif? Kenali Tanda-tandanyaOCD sering berakar pada ketakutan irasional terhadap kontaminasi, paling sering adalah kontaminasi kuman. (Thinkstock)

Menyentuh pegangan kamar mandi sendiri, Anda jijik. Apalagi harus menyentuh pegangan pintu toilet umum.

Anda pun merasa kesulitan berdiri di kereta. Pasalnya, tiang pegangan di dalam kereta juga membuat Anda super jijik. Semua benda-benda itu, menurut Anda, adalah sarang kuman.

"Saya punya anak kecil dan banyak pekerjaan. Saya tidak boleh sakit karena kuman-kuman itu." Demikianlah selalu yang ada di otak Anda. Itu sebabnya, cairan desinfektan adalah benda paling wajib yang harus Anda bawa kemana pun.

Semua pikiran-pikiran dan gambaran negatif berputar terus di kepala Anda dan menjadi obsesi. Itulah ciri khas obsessive compulsif disorder (OCD), jelas Jeff Szymanski, PhD, direktur eksekutif International OCD Foundation.

OCD sering berakar pada ketakutan irasional terhadap kontaminasi, paling sering adalah kontaminasi kuman. Agar kekhawatiran Anda hilang, Anda merasa wajib mencuci tangan, misalnya 50 kali sehari.

Walhasil, rutinitas Anda mencuci tangan membuat Anda terlambat kerja dan mengganggu aktivitas lainnya.

Perilaku kompulsif ini menunjukkan adanya gangguan mental, kata Szymanski. Inilah ciri-ciri atau gejala OCD yang paling umum:

Anda harus membersihkan rumah

Alasannya bukan karena ibu mertua akan datang, anak-anak bermain tanah lalu masuk ke dalam rumah tanpa mencuci kaki, atau karena memang harus agar rumah selalu nyaman.

Jika Anda memiliki OCD, Anda mungkin merasa seperti tidak punya pilihan selain membersihkan rumah, karena jika tidak, seseorang dalam rumah tangga Anda akan terkontaminasi bakteri salmonella dan itu akan menjadi kesalahan Anda.

Mirip dengan mencuci tangan, dorongan dari dalam diri Anda untuk membersihkan rumah berulangkali adalah karena rasa takut yang tidak masuk akal, memakan waktu dan membuat Anda stres.

Anda tidak harus membersihkan rumah puluhan atau bahkan ratusan kali dalam sehari, kata Reid Wilson, PhD, asisten profesor psikiatri di University of North Carolina School of Medicine.

Biasanya, membersihkan rumah hanya memerlukan waktu satu sampai dua jam setiap hari. Tapi, karena Anda terobsesi, Anda melakukannya sangat lama, mungkin lima sampai enam jam sehari.

Anda memeriksa apakah pintu depan sudah terkunci berulang-ulang kali

Ini adalah tanda paling umum OCD. Apakah pintu sudah terkunci, oven sudah dimatikan, jendela sudah tertutup, stop kontak sudah dicabut dan lain sebagainya.

Perilaku berulang-ulang ini mungkin berasal dari rasa takut merugikan orang lain, karena Anda menganggap jika tidak cukup berhati-hati, rumah akan kebakaran atau kemalingan.

"Seseorang dengan OCD bisa memeriksa hal yang sama 10 hingga 15 kali berturut-turut," kata Reid.

Anda seorang perfeksionis

Memiliki standar yang tinggi, tentu boleh-boleh saja. Tapi, ada beberapa orang yang "lebih" dibanding orang lain kebanyakan. Perfeksionisme adalah salah satu bentuk OCD.

“Orang perfeksionis memiliki versi berlebihan dalam sifat dan kata-kata,” kata Szymanski. Anda mengisi formulir dan tidak suka dengan gaya bahasa Anda sendiri, Anda menghapusnya, menulis lagi dengan gaya bahasa berbeda, merasa ada yang kurang, menghapus lagi, menulis lagi dan begitu terus berulang kali.

Anda menuntut jaminan

Orang dengan OCD terus-menerus meminta pendapat orang lain. Kebiasaan ini berasal dari rasa tidak percaya diri, takut membuat kesalahan yang ujungnya, menurut Anda, akan menghasilkan konsekuensi yang sulit.

Pertanyaan Anda bukan mencakup bertanya soal ide pekerjaan, misalnya, tapi mengulangi pertanyaan yang sama demi mencari jaminan bahwa sesuatu terlihat, terbaca dan terdengar sudah sempurna sebelum mengambil langkah berikutnya ke depan.

Anda melakukan segala sesuatu dengan aturan "empat set"

Anda membuka dan menutup pintu mobil sebanyak empat kali sebelum masuk. Bolak-balik melihat barang yang sama di supermarket sebelum membelinya. Mungkin saja, Anda tidak melakukannya sebanyak empat kali, melainkan tujuh kali.

Yang jelas, idenya sama. Anda merasa wajib melakukan satu hal secara berulang-ulang kali, sebayak yang Anda anggap aman atau sudah benar.

Kaleng di dapur Anda selaras dan berbaris sempurna

Kebiasaan ini didorong oleh kebutuhan terhadap keteraturan dan kesimetrisan. Ikatan tali sepatu Anda harus simetris dan sama antara sepatu kaki kiri dengan kanan. Anda bahkan terbiasa menata ulang meja makan di restauran.

Dimana dan bagaimanapun OCD memanifestasikan dirinya, jika ada hal-hal yang menurut standar Anda "tidak tepat," dapat membuat Anda sangat cemas dan sibuk.

(Bestari Kumala Dewi/Kompas.com)

KOMENTAR