Anjing-anjing Liar Bertubuh Biru Muncul di India
2017 / Agustus / 21   17:00

Anjing-anjing Liar Bertubuh Biru Muncul di India

Warga di Taloja, India, dihebohkan dengan kemunculan beberapa anjing liar yang berkeliaran di jalanan dengan bulu biru cerah. Apa penyebabnya?

Anjing-anjing Liar Bertubuh Biru Muncul di IndiaBeberapa anjing liar di Taloja, kawasan industri di Mumbai, India, yang berkeliaran dengan warna bulu biru cerah. (National Geographic)

Beberapa anjing liar yang berkeliaran dengan warna bulu biru cerah di Taloja, kawasan industri di Mumbai, India, menarik perhatian para penduduk lokal. Kejadian aneh ini dengan cepat menjadi viral di sosial media dan media-media lokal. 

Perwakilan dari Navi Mumbai Animal Protection Cell (NMAPC), salah satu klinik yang merawat anjing-anjing biru tersebut mengatakan pada National Geographic bahwa hujan deras akhirnya membuat warna bulu anjing kembali normal. Selain itu, Shakuntala Majumdar dari Mumbai's Thane SPCA juga melaporkan bahwa pihaknya telah menangkap salah satu anjing yang terpapar pewarna biru dan berhasil membersihkannya seperti semula.

(Baca juga: Mengapa Kita Harus Peduli Terhadap Air limbah dan Pengelolaannya?)

Meski anjing yang berhasil ditangkap dilaporkan baik-baik saja, kemunculan mereka menimbulkan sejumlah pertanyaan, termasuk bagaimana mereka bisa berubah menjadi warna biru. 

Menurut Hindustan Times, anjing-anjing tersebut kemungkinan besar terpapar limbah industri yang diduga dibuang oleh salah satu pabrik ke sekitar Sungai Kasadi. Di sepanjang aliran sungai tersebut memang dipenuhi oleh ratusan pabrik. Belum diketahui perusahaan mana yang membuang limbah tanpa diolah terlebih dahulu itu. Investigasi resmi akan dilakukan oleh agensi regulator lokal, Maharashtra Pollution Control Board. Laporan lengkap tentang insiden ini dijadwalkan rilis pada beberapa minggu mendatang. 

(Baca juga: Busana Unik yang Terbuat dari Limbah Makanan)

Petunjuk biru

Majumdar dan timnya diberi tahu tentang keberadaan anjing-anjing biru itu oleh penduduk sekitar. Area pabrik yang diduga bertanggung jawab atas kejadian ini beserta perairan di sekelilingnya dilaporkan dikelilingi pagar. Namun anjing-anjing masih dapat menemukan lubang di pagar kawat tersebut, dan berenang di perairan sekitar pabrik untuk mendinginkan tubuh.

(Baca juga: Limbah Cair Tahu Sediakan Energi Hijau untuk Desa Ini)

Thane SPCA menghitung ada lima anjing yang terkontaminasi warna biru, namun diperkirakan ada lebih banyak lagi anjing yang terpapar, karena kawasan tersebut memiliki populasi anjing liar yang tinggi. 

"Mereka tampak sehat, kecuali noda warna biru pada bulunya," kata Majumdar. 

Tim Thane SPCA melaporkan bahwa warna biru tersebut kemungkinan berbasis air, karena hilang setelah anjing dimandikan dua kali. Selain dimandikan, anjing yang berhasil ditangkap juga diambil sampel kulitnya, untuk pemeriksaan racun. 

(Baca juga: Limbah Domestik, Musuh Utama Sungai Indonesia)

Beberapa media lokal melaporkan bahwa anjing-anjing yang terpapar pewarna ditemukan dalam keadaan buta, namun Majumdar membantah hal tersebut. "Kami tak melihat satu pun anjing yang buta," katanya.

Perwakilan dari NMAPC juga mengungkapkan hal yang sama soal racun pewarna. Mereka tak menemukan adanya efek negatif yang merugikan kesehatan pada anjing atau hewan lain di kawasan tersebut. Namun, hingga hasil tes laboratorium dari sampel kulit anjing selesai dan badan pengendali polusi merilis laporannya, kesimpulan tentang dampak pewarna belum dapat dipastikan.

(Lutfi Fauziah. Sumber: Sarah Gibbens/National Geographic)

KOMENTAR