Teks oleh 'Father of Medicine' Ditemukan di Wihara Terpencil di Mesir
2017 / Juli / 13   15:00

Teks oleh 'Father of Medicine' Ditemukan di Wihara Terpencil di Mesir

Naskah itu digali oleh para biksu wihara yang sedang melakukan perbaikan di perpustakaan yang berusia berabad-abad.

Teks oleh 'Father of Medicine' Ditemukan di Wihara Terpencil di MesirTeks tersebut ditemukan di Wihara St. Catherine, yang terletak di semenanjung di timur laut Mesir. (Uig, Getty Images via National Geographic)

Mungkin tidak ada dokter dalam sejarah yang lebih terkenal daripada Hippokrates. Banyak mahasiswa kedokteran saat ini masih bersumpah dengan sumpah dokter yang lawas untuk mematuhi prinsip medis yang etis. Sedangkan hidupnya keruh (bahkan diperdebatkan apakah dia menulis sumpah atau hanya mencantumkan namanya). Hippokrates telah secara luas dianggap sebagai "Bapak Kedokteran Barat."

Arkeolog sekarang percaya bahwa mereka mungkin telah menemukan, salah satu resep medis dokter kuno selama merenovasi perpustakaan tertua di dunia.

Saat melakukan perbaikan di Wihara St. Catherine di Sinai Selatan, sebuah wilayah terpencil di sebuah semenanjung di timur laut Mesir, para biksu menyatakan telah menemukan naskah abad keenam milik sang dokter. Penemuan tersebut diumumkan oleh kedua pemerintahan, Mesir dan Yunani, yang bekerja sama dengan para peneliti dari Yunani.

Naskah tersebut berisikan resep medis yang menurut para peneliti, ada hubungannya dengan Hippokrates, ditambah dengan tiga gambar resep ramuan herbal yang ditulis oleh seorang juru tulis tanpa nama.

Baca juga:

Makam Putri Mesir Ditemukan dalam Piramida Berusia 3800 Tahun

Menghidupkan Kembali Nebiri, Mumi Mesir Kuno Berusia 3.500 Tahun

Naskah itu adalah salah satu naskah dari perpustakaan terkemuka, naskah palimpsest Sinai. Palimpsest adalah selembar naskah yang mana tulisan aslinya telah dihapus agar lembarannya bisa dipakai untuk menulis lagi, tetapi bekas tulisannya tetap ada. Palimpsests itu terbuat dari kulit yang diregangkan dan mahal untuk diproduksi pada saat itu, karena pembuatannya sulit dan melelahkan.

Dalam kasus resep obat Hippocratik yang baru ditemukan ini, lapisan kedua teks Alkitab yang dikenal sebagai "Naskah Sinaitik" ditulis di atas naskah pertama. Teks tersebut diperiksa oleh para peneliti di Early Manuscripts Electronic Library (EMEL), yang memiliki kemitraan berkelanjutan dengan Wihara St. Catherine.

EMEL menggunakan penggambaran spektral untuk membaca palimpsests. Teknik ini mampu mengungkap teks tersembunyi yang tidak bisa dilihat dengan mata telanjang, yang berada di balik lapisan teks kedua.

"Naskah yang berisi tiga teks medis ini, akan terdaftar di antara naskah tertua dan paling penting di dunia." Kata peneliti EMEL, Michael Phelps pada surat kabar Mesir Asharq Al-Aswat.

Sekitar 130 palimpsests diketahui berada di Wihara St. Catherine, dan isi tulisan yang telah terhapus dan ditimpa tulisan lagi, sebagian besar tidak diketahui.

Wilayah yang berada di bagian gurun yang relatif terpencil tersebut, pertama kali digunakan pada abad ke-3 atau ke-4 oleh para pendeta dan ulama. Karena tembok dan gereja yang mengelilingi lokasi bersejarah telah dibangun sejak abad ke-6, wihara tersebut pun telah dihuni oleh para biksu sejak saat itu. Sebagian kecil biksu tinggal dan bekerja di wihara hari ini di mana mereka melihat-lihat, mengamati, praktik yang tidak berubah selama berabad-abad lalu.

Perpustakaan itu sendiri berisi sekitar 3.300 naskah yang terutama ditulis dalam bahasa Yunani; Namun, teks yang ditulis dalam bahasa Aramik Kristen Palestina, Syria, Georgia, Arab, dan Latin juga telah ditemukan.

(Fadhil Ramadhan. Sarah Gibbens/National Geographic)

KOMENTAR