Serial Foto: Upacara Sunat dalam Tradisi Muslim Uzbekistan
2017 / Juli / 11   17:00

Serial Foto: Upacara Sunat dalam Tradisi Muslim Uzbekistan

Bagi masyarakat muslim Uzbekistan, sunat atau disebut juga khatna-kilish atau sunnat-toi, merupakan perayaan yang hampir sama pentingnya dengan pernikahan.

Serial Foto: Upacara Sunat dalam Tradisi Muslim UzbekistanBeknur Bakhtiarov, 5 tahun, menerima uang setelah disunat di rumah keluarganya di Khiva, Uzbekistan. (John Stanmeyer/National Geographic)

John Stanmeyer tak berencana untuk menyaksikan upacara sunat seorang lelaki muda di Uzbekistan. Tetapi ketika diundang untuk menyaksikan upacara yang biasanya privat itu, dia membawa kameranya.

Stanmeyer tengah berada di negara tersebut musim dingin lalu untuk mendokumentasikan babak terbaru Out of Eden, sebuah perjalanan panjang yang dilakukan oleh Paul Salopek untuk memetakan jalur migrasi manusia.

Di Khiva, Uzbekistan, dia berada di sebuah masjid ketika beberapa rombongan keluarga tiba dengan anak laki-laki mereka pada hari upacara sunat tersebut.

“Kami berkata pada salah satu keluarga, ‘Bolehkah kami datang ke acara kalian?’ dan mereka berkata, ‘Oh ya, silakan datang!’ Pemotongan kulup seorang anak laki-laki tampaknya tak memiliki stigma apapun. Keluarga tersebut ingin berbagi hal yang mereka lihat sebagai perayaan indah.”

Beknur Bakhtiarov mengenakan ...Beknur Bakhtiarov mengenakan pakaian istimewanya di Itchan Kala, kota tua di Khiva, Uzbekistan. (John Stanmeyer/National Geographic)

Di antara banyak masyarakat muslim Usbekistan, sunat atau dikenal dengan sebutan khatna-kilish atau sunnat-toi, merupakan perayaan yang hampir sama pentingnya dengan pernikahan. Anak laki-laki yang disunat umumnya berusia tiga, lima, atau tujuh tahun. Mereka mengenakan pakaian yang dibuat oleh para perempuan dalam keluarga mereka. Anak lelaki yang diikuti Stanmeyer berusia lima tahun. Ia membawa sebuah tongkat kecil dan mengenakan mahkota dengan hiasan bulu di kepalanya.

Proses sunat yang sesungguhnya sering kali dilakukan di atas ranjang rumah oleh seorang mantri. Setelah selesai, para anggota keluarga akan memberikan anak lelaki tersebut hadiah. Dalam generasi-generasi sebelumnya, anak lelaki bisa berharap mendapatkan hadiah yang menandai bahwa mereka telah memasuki masa dewasa, misalnya seekor kuda. Hadiah-hadiah tersebut kini umumnya lebih sederhana: kombinasi permen dan uang, diikuti oleh pesta dengan makanan dan tarian.

Stanmeyer mengatakan bahwa seri foto karyanya ini merupakan hasil dari keterbukaannya terhadap perubahan rencana, dan mengandalkan sedikit keberuntungan untuk menciptakan peluang baru.

Simak foto-fotonya lainnya berikut ini: 

Beknur Bakhtiarov di rumah ...Beknur Bakhtiarov di rumah keluarganya di Khiva, Uzbekistan. (John Stanmeyer/National Geographic)
Beknur Bakhtiarov, menari ...Beknur Bakhtiarov, menari dengan pakaian istimewanya, mencari doa dan salam yang baik untuknya di Itchan Kala, kota tua Khiva, Uzbekistan. (John Stanmeyer/National Geographic)
Beknur Bakhtiarov menunggu ...Beknur Bakhtiarov menunggu sebelum disunat di rumah keluarganya di Khiva, Uzbekistan. (John Stanmeyer/National Geographic)

Simak lebih banyak foto di halaman selanjutnya. 

KOMENTAR