Polusi Udara Terkait dengan Risiko Kanker Payudara
2017 / Juli / 25   10:18

Polusi Udara Terkait dengan Risiko Kanker Payudara

Meski tak terkait secara langsung, tingkat polusi udara yang tinggi dapat meningkatkan risiko kanker payudara pada wanita.

Polusi Udara Terkait dengan Risiko Kanker PayudaraIlustrasi kota dengan udara yang tercemar. (Thinkstock)

Sebuah studi terhadap 280.000 wanita di Amerika Serikat menemukan bahwa tinggal di daerah dengan tingkat polusi udara yang tinggi dapat meningkatkan risiko wanita untuk memiliki payudara yang padat.

Di lain pihak, menurut sebuah studi baru yang dipublikasikan di jurnal Breast Cancer Research, payudara padat atau jaringan lemak lebih sedikit merupakan salah satu faktor risiko kanker payudara.

Studi tersebut menelusuri kaitan antara polusi udara dengan kepadatan payudara, dan menemukan bahwa untuk setiap satu unit peningkatan konsentrasi partikel halus Particulate Matter (PM2,5), maka risiko untuk memiliki payudara padat meningkat sebesar 4 persen.

Wanita dengan payudara padat sekitar 20 persen kemungkinan terpapar konsentrasi PM2,5 yang lebih tinggi. Sebaliknya, wanita dengan payudara kurang padat, atau payudara dengan jaringan lemak lebih banyak, 12 persen lebih kecil kemungkinannya terpapar konsentrasi PM2,5 yang tinggi.

Kepadatan payudara diukur dengan mammografi dan mencerminkan jumlah relatif jenis jaringan yang berbeda di payudara. Adapun mammografi adalah proses pemeriksaan payudara menggunakan sinar-X dosis rendah.

Payudara dengan jaringan lemak lebih banyak akan mudah diinterpretasikan dengan mammografi, sehingga bila ada kelainan lebih mudah dideteksi. Sebaliknya, payudara padat mengandung presentase jaringan fibroglandular yang lebih tinggi dan dapat mengaburkan mammografi, sehingga menyulitkan identifikasi kelainan seperti tumor.

Dr Lusine Yaghjyan, peneliti Universitas Florida mengatakan, temuan mereka menunjukkan bahwa variasi geografis yang terkait kepadatan payudara, dapat dijelaskan oleh pola polusi udara yang berbeda antara daerah perkotaan dan pedesaan.

Para peneliti juga melihat hubungan antara paparan ozon dan kepadatan payudara. Mereka menemukan bahwa setiap satu unit peningkatan konsentrasi ozon dikaitkan dengan penurunan 3 persen lebih rendah untuk memiliki payudara padat.

Yaghjyan menjelaskan, ada hubungan positif antara paparan konsentrasi partikel halus dan kepadatan payudara. Namun hubungan terbalik antara paparan ozon dan kepadatan payudara.

"Ini menarik, sehingga perlu penelitian lebih lanjut untuk mengungkap mekanisme biologis yang mungkin terjadi bahwa paparan ozon dapat mengurangi risiko wanita memiliki payudara padat,” kata dia.

Komponen kimia pencemar udara PM2.5 diketahui mengandung polutan yang memiliki sifat mengganggu endokrin. Menurut para peneliti, polutan ini berpotensi mempengaruhi kepadatan payudara dengan mengganggu pertumbuhan sel di payudara dan meningkatkan jumlah jaringan fibroglandular.

(Kahfi Dirga Cahya/Kompas.com)

KOMENTAR