Manfaat Cukup Tidur untuk Performa Otak
2017 / Juli / 10   10:51

Manfaat Cukup Tidur untuk Performa Otak

Tim ahli dari Harvard Medical School memberikan lima tips agar ingatan Anda tetap tajam serta tubuh selalu dalam kondisi bugar.

Manfaat Cukup Tidur untuk Performa OtakTidur yang cukup juga membuat kadar hormon dalam tubuh menjadi seimbang, sehingga mampu mengurangi risiko penyakit seperti kanker. (Shutterstock)

Gaya hidup Anda, apa yang dimakan dan minum serta bagaimana kita menjaga kebugaran tubuh akan mempengaruhi ingatan serta kesehatan fisik Anda. Tentu kita tidak ingin berumur panjang tapi sakit-sakitan dan pikun.

Tim ahli dari Harvard Medical School memberikan lima tips agar ingatan Anda tetap tajam serta tubuh selalu dalam kondisi bugar.

1. Kelola tingkat stres

Tekanan sehari-hari dan stres "kecil" seperti adu argumen dengan kolega atau kemacetan, bisa mempengaruhi fokus dan kemampuan ingatan. Bahkan bila masalah dibiarkan membesar maka yang terjadi adalah rasa cermas berlanjut dan bisa menyebabkan gangguan ingatan.

Siasati dengan mengelola stres Anda. Bersikap menerima hal-hal yang tidak bisa kita ubah adalah salah satunya. Melakukan Yoga, meditasi dan rileksasi cukup membantu.

2. Tidur berkualitas

Bila dibandingkan, orang yang tidurnya kurang berkualitas di malam hari cenderung lebih  pelupa dibandingkan dengan orang yang tidur nyenyak. Tidur yang berkualitas saat malam hari sangat baik untuk memperkuat ingatan.

Kebanyakan orang menggantungkan diri pada obat-obatan untuk mengatasi insomnia, padahal dalam jangka panjang obat ini juga bisa mengganggu ingatan dan fungsi otak secara umum.

Itulah mengapa sebaiknya kita mencoba memperbaiki kebiasaan tidur terlebih dahulu sebelum beralih ke pengobatan. Selain itu, gunakan obat-obatan dalam pengawasan dokter dan gunakan dosis terendah untuk waktu sesingkat mungkin agar tidur Anda kembali normal.

3. Berhenti merokok

Berhenti merokok lebih mudah diucapkan daripada dilakukan, tapi jika Anda memerlukan motivasi tambahan, ketahuilah bahwa perokok cenderung punya masalah ingatan yang berkaitan dengan usia dan masalah memori lainnya.

Orang yang merokok lebih dari dua bungkus rokok per hari pada usia paruh baya beresiko dua kali lipat terkena demensia di hari tua dibandingkan dengan bukan perokok. Namun, mereka yang berhenti merokok pada usia pertengahan dan mereka yang merokok kurang dari setengah bungkus sehari memiliki resiko demensia yang sama dengan orang yang tidak pernah merokok.

4. Batasi alkohol

Orang yang kecanduan alkohol mengalami kesulitan dalam ingatan jangka pendek, seperti menghafal daftar. Jenis lain dari kehilangan ingatan yang terkait dengan penggunaan alkohol disebut sindrom Korsakoff. Dalam kondisi ini, defisiensi vitamin B1 jangka panjang dikombinasikan dengan efek racun alkohol di otak bisa memicu amnesia yang mendadak dan dramatis.

Dalam beberapa kasus, kehilangan ingatan ini bersifat permanen, namun jika dideteksi lebih awal, bisa diperbaiki sampai tingkat tertentu.

5. Jaga otak Anda dari cedera

Trauma kepala merupakan penyebab utama hilangnya ingatan dan meningkatkan risiko demensia. Selalu gunakan perlengkapan yang sesuai selama aktivitas berkecepatan tinggi dan olahraga kontak fisik, termasuk bersepeda atau latihan tinju.

Pakailah sabuk pengaman saat mengendarai kendaraan bermotor. Kecelakaan mobil sejauh ini merupakan penyebab paling umum cedera otak, dan mengenakan sabuk pengaman sangat mengurangi kemungkinan cedera kepala parah.

(Kahfi Dirga Cahya/Kompas.com)

KOMENTAR