Inikah Olahraga Paling Mematikan di Dunia?
2017 / Juli / 25   18:39

Inikah Olahraga Paling Mematikan di Dunia?

Dalam olahraga ini, nyawa menjadi taruhannya. Sekali saja melakukan kesalahan, Anda bisa mati.

Inikah Olahraga Paling Mematikan di Dunia?Sébastien Brugalla melompat dari tebing di Chamonix, Prancis. Untuk sementara, kota itu melarang aksi ini setelah kematian kelima di sana tahun lalu. (Damien Deschamps/National Geographic)

Pada 1997, Patrick de Gayardon melompat, konon, dari Gunung Kjerag, Norwegia. Ketiga sayap pakaian nilonnya mengembang. Ia melayang. Wingsuit ini mentransformasi olahraga terjun BASE: dinamai seturut titik peluncuran building, antenna, span (jembatan), earth.

Sebelumnya, penerjun BASE turun secara vertikal dengan parasut. Dengan wingsuit, mereka melakukan aksi horizontal seperti terbang melewati cincin api dan formasi batu sempit.

Namun, peluang kematiannya jauh lebih besar. Kematian pertama adalah pada 2002. “Anda merasa memiliki kendali penuh—itu yang menjadikannya pembunuh,” ungkap Jeb Corliss, yang terjun selama hampir 20 tahun. “Kita bukan burung. Kita tak sedang terbang. Kita terjatuh ke tanah dalam kecepatan tinggi. Jika Anda melakukan kesalahan, Anda bisa mati.”

Tahun lalu, 24 dari perkiraan 37 orang, tewas mengenakan wingsuit. Hanya sedikit penerjun yang terlatih mengatasi bahaya—misalnya, cara mengukur jarak dari muka tebing saat meluncur cepat ke arahnya dalam kecepatan 240 kilometer per jam. Pada 2017, perusahaan Next Level memperkenalkan kurikulum pertama untuk naik tingkat dari terjun payung, ke terjun BASE, ke terjun wingsuit. 

“Kami tidak bisa menyelamatkan orang yang ingin mengambil jalan pintas dan mendapatkan pujian setelah berbagi video diri mereka,” ungkap Matt Gerdes, salah satu pendiri produsen wingsuit, Squirrel. “Namun, setidaknya kini mereka tak bisa lagi bilang bahwa mereka tak punya pilihan.”

(Nina Strochlic/National Geographic)

KOMENTAR