Aragog, Laba-laba dalam Serial Harry Potter Ditemukan di Dunia Nyata
2017 / Juli / 11   14:46

Aragog, Laba-laba dalam Serial Harry Potter Ditemukan di Dunia Nyata

Lycosa aragogi, spesies laba-laba baru yang ditemukan di pegunungan Provinsi Kerman, Iran, tampak amat mirip dengan Aragog, minus ukurannya yang raksasa.

Aragog, Laba-laba dalam Serial Harry Potter Ditemukan di Dunia NyataL aragogi (kiri) dan Aragog dari seri Harry Potter (kanan). (Zootaxa 2017; Warner Bros Pictures)

Penggemar Harry Potter pasti sudah tidak asing lagi dengan nama Aragog. Hingga beberapa hari yang lalu, laba-labaraksasa tersebut hanyalah hasil imajinasi JK Rowling.

Namun, spesies laba-laba baru yang ditemukan di pegunungan Provinsi Kerman, Iran, tampak sangat mirip dengan Aragog, minus ukurannya yang raksasa, sehingga dinamai Lycosa aragogi oleh para peneliti.

“Kita menemukan kemiripan yang sangat luar biasa antara laba-laba kita dan Aragog yang ditampilkan di film kedua Harry Potter,” kata penulis studi yang dipublikasikan dalam jurnal Zootaxa tersebut, Alireza Zamani dari University of Tehran, Iran.

Dia melanjutkan, karena ini adalah ulang tahun seri Harry Potter yang ke-20, kita merasa nama ini adalah ide yang bagus untuk merayakan seri yang luar biasa tersebut.

Walaupun tidak raksasa seperti Aragog, Zamani berkata bahwa tubuh L aragogi,tanpa kakinya,mencapai sekitar 2,6 sentimeter. Laba-laba ini memiliki dua garis bulu (setae) berwarna hitam dan tiga berwarna putih di bagian atas tubuhnya yang disebut cephalotarax. Setae hitam juga ditemukan di mulutnya dan perut L aragogi ditutupi dengan setae hitam dan putih.

Sebagai laba-laba serigala yang  berukuran besar, L aragogi juga tidak membangun jaring, tetapi tinggal di dalam liangnya pada siang hari. Kemudian, menggunakan pengelihatan mereka yang tergolong lebih lebih baik daripada laba-laba lain, L aragogi berburu di malam hari.

Zamani berkata bahwa setidaknya empat dari delapan mata L aragogi memiliki jaringan tambahan yang disebut dengan tapetum di belakang retina. “Setelah cahaya ditangkap oleh mata, cahaya tersebut mementulkan tapetum kembali ke retina dan membuat mata L aragogi bersinar di kegelapan. Hal ini membantu pakar laba-laba  menemukan mereka di malam hari,” ujarnya.

Namun, karakteristik L aragogi yang paling mengagumkan adalah sifat keibuan mereka. Menurut Zamani, L aragogi selalu membawa telur mereka dan terkadang mengekspos bayi-bayi laba-laba ke cahaya dan kehangatan matahari agar dapat tumbuh dengan sehat. Lalu, setelah lahir pun, sang ibuakan tetap menggendong dan memberi mereka makan selama beberapa minggu pertama.

“Sifat ini mengingatkanku dengan Aragog yang begitu mencitai koloni Acromantulanya sampai dia tidak punya hati untuk menghentikan mereka agar tidak mencoba memakan Harry Potter dan Ron Weasley,” kata Zamani.

(Shierine Wangsa Wibawa/Kompas.com)

KOMENTAR