Saat Tim WISSEMU Tiba di Camp 2, Puncak Denali Mulai Terlihat!
2017 / Juni / 29   12:00

KISAH PENDAKIAN PEREMPUAN INDONESIA KE GUNUNG DENALI, ALASKA

Saat Tim WISSEMU Tiba di Camp 2, Puncak Denali Mulai Terlihat!

Setelah memulai pendakian pada 19 Juni lalu, Tim WISSEMU telah berhasil melewati 2 kamp, semakin dekat dengan puncak tertinggi Amerika Utara.

Saat Tim WISSEMU Tiba di Camp 2, Puncak Denali Mulai Terlihat!Gunung Everest memiliki puncak tertinggi di dunia, sedangkan Gunung Denali memiliki perubahan jarak elevasi dari basecamp menuju puncak yang terpanjang yaitu mencapai 4.000 meter sedangkan perubahan jarak elevasi dari basecamp menuju puncak sebesar 3.700 meter. (Thinkstock)

Tim The Women of Indonesia’s Seven Summits Expedition Mahitala-Unpar (WISSEMU) melanjutkan perjalanannya menuju puncak Gunung Denali (6.190 mdpl). Pada Kamis, 22 Juni 2017, pukul 19.00 waktu setempat, tim WISSEMU berhasil mencapai Camp 2 (3.413 mdpl) diiringi oleh cuaca Denali yang cerah.

Dalam perjalanan yang bertajuk BRI WISSEMU REACHING DENALI SUMMIT ini, tim WISSEMU diperkirakan akan mencapai puncak Gunung Denali (6.190 mdpl) pada 30 Juni 2017.

Tim WISSEMU sempat singgah selama lima hari di Anchorage (kota terakhir sebelum memulai pendakian) untuk melengkapi kebutuhan logistik, melakukan pengecekan peralatan pendakian, dan menyelesaikan administrasi pendakian dengan pihak Taman Nasional Denali. Pada 20 Juni 2017, tim WISSEMU bergerak menuju Denali Base Camp.

Terdapat tiga jalur pendakian untuk mencapai puncak Denali, yaitu The West Buttress, The West Rib, dan Casin Ridge. Dalam pendakian ini Tim WISSEMU menggunakan jalur The West Buttress, jalur pendakian ini pertama kali dilalui pada 1950 oleh Bradford Washburn, dan menjadi pilihan utama dan yang paling umum dalam pendakian Gunung Denali.

Denali Base Camp (2.194 mdpl) yang berada di Southeast Fork Kahiltna Glacier, adalah titik awal untuk memulai pendakian dari jalur The West Buttress. Di titik ini juga tim WISSEMU sempat berpapasan dengan rombongan pendaki dari Wanala UNAIR yang baru akan kembali ke Anchorage. 

Pada 21 Juni 2017, dari Denali Base Camp, tim WISSEMU bergerak menuju Camp 1 yang berada di ketinggian 2.377 mdpl. Dari titik ini sampai dengan kamp berikutnya, tim WISSEMU melakukan load-carry. 

Load-carry adalah membawa sebagian barang ke titik berikutnya dan kemudian kembali ke camp sebelumnya, hal ini dilakukan untuk mengurangi beban agar mempercepat pergerakan tim, sekaligus merupakan proses aklimatisasi.

Keesokan harinya, dari Camp 1, tim WISSEMU bergerak menuju Camp 2 (3.413 mdpl). Pada Jumat, 23 Juni 2017, tim WISSEMU tiba di Camp 2. Setelah cukup beristirahat, tim WISSEMU akan melanjutkan load-carry hingga ketinggian 4.053 mdpl.

Tanggal 24 Juni 2017, barulah tim WISSEMU akan melanjutkan perjalanan menuju Camp 3 (4.328 mdpl). 

Setelah Camp 3, masih tersisa kamp terakhir yaitu High Camp yang berada pada ketinggian (5.242 mdpl). Dari camp terakhir inilah nantinya tim WISSEMU akan mencoba summit push ke puncak Gunung Denali. 

Meski tidak setinggi Everest (8.848 mdpl) ataupun sedingin Vinson Massif (4.892 mdpl), mendaki Gunung Denali  (6.190 mdpl—gunung tertinggi ke-tiga dari rangkaian Seven Summits) tidaklah mudah. Tim WISSEMU harus melalui jalur pendakian yang panjang dengan membawa 22 kilogram beban di punggung dan 18 kilogram beban yang ditarik dengan sled sehingga total beban yang dibawa oleh pendaki tim WISSEMU ini adalah 40 kilogram.

Tantangan lain dari pendakian kali ini adalah banyaknya crevasse atau rekahan di sepanjang jalur pendakian hingga puncak, yang meningkatkan risiko pendaki jatuh ke dalam retakan glasier tersebut. Suhu ekstrem di Denali saat ini bisa mencapai minus 40 Derajat Celcius.

(Nadya Adriane Pattiasina)

KOMENTAR