Menghilang Selama Hampir 150 Tahun, Ikan Tanpa Wajah Kembali Ditemukan
2017 / Juni / 12   16:00

Menghilang Selama Hampir 150 Tahun, Ikan Tanpa Wajah Kembali Ditemukan

Ikan aneh yang pertama kali ditemukan di lepas pantai Papua New Guinea pada 1873 silam ini kembali ditemukan ilmuwan di lepas pantai timur Australia.

Menghilang Selama Hampir 150 Tahun, Ikan Tanpa Wajah Kembali DitemukanIkan penghuni laut dalam ini pertama kali ditemukan di lepas pantai Papua New Guinea pada 1873 silam. Hewan tersebut memiliki mulut yang terletak di bagian bawah, dan dua lubang hidung berwarna merah jambu yang tampak menyerupai sepasang mata. (Asher Flatt/NESP Marine Biodiversity Hub)

Setelah hampir 150 tahun tak pernah terlihat, ikan tanpa wajah penghuni laut dalam kembali muncul. Ikan aneh yang pertama kali ditemukan di lepas pantai Papua New Guinea pada 1873 silam ini kembali ditemukan ilmuwan dalam ekspedisi di lepas pantai timur Australia, pada kedalaman 4.000 meter.

Sebenarnya, ikan itu tidak benar-benar tanpa wajah. Hewan ini memiliki mulut dan dua lubang hidung berwarna merah jambu. Tetapi  kepalanya yang tak berbentuk membuat para ilmuwan kesulitan mengenali bagian depan dan belakangnya.

Ikan tanpa wajah dilihat dari ...Ikan tanpa wajah dilihat dari samping. (John Pogonoski/CSIRO Australian National Fish Collection)

“Ikan kecil ini tampak menakjubkan karena memiliki mulut yang sebetulnya terletak di bagian bawah. Jadi jika Anda melihatnya dari samping, Anda tidak dapat melihat mata, hidung, insang, ataupun mulut,” jelas Tim O’Hara, kepala ilmuwan dan pemimpin ekspedisi.

Pada lingkungan gelap, ikan laut dalam biasanya memiliki tubuh yang kenyal dan memiliki pengelihatan yang sangat minim. Beberapa di antaranya bahkan “menciptakan” cahaya sendiri melalui bioluminescence.

Selain ikan tanpa wajah, para peneliti juga menemukan beragam spesies laut dalam lain, seperti kepiting batu berduri runcing yang berwarna merah cerah, coffinfish, belut laut dalam, dan lain sebagainya.  

Spesies baru kepiting batu ...Spesies baru kepiting batu (Neolithodes-cf-bronwynae) memiliki duri-duri runcing di sekujur tubuhnya. (Asher Flatt/NESP Marine Biodiversity Hub)

Tim ilmuwan dari Museums Victoria and the Australian government’s Commonwealth Scientific and Industrial Research Organisation (CSIRO)  meneliti area laut yang belum terjamah ini menggunakan jaring, sonar dan kamera laut dalam untuk mengidentifikasi banyak spesies baru. Sejauh ini, sudah ada ribuan spesimen yang berhasil ditemukan, dan sepertiga dari jumlah tersebut merupakan spesies baru.

(Lutfi Fauziah. Sumber: National Geographic, Mother Nature Network)

KOMENTAR