Teijsman, Pelopor Kebun Raya Bogor dan Produk Tanaman Kina Indonesia
2018 / April / 10   17:00

Teijsman, Pelopor Kebun Raya Bogor dan Produk Tanaman Kina Indonesia

Johanes Elias Teijsman merupakan salah satu ahli botani asal Belanda yang berjasa atas pembangunan Kebun Raya Bogor dan produk tanaman Kina Indonesia.

Teijsman, Pelopor Kebun Raya Bogor dan Produk Tanaman Kina IndonesiaJohanes Elias Teijsman (Wikimedia Commons)

Taman Teijsman terletak di bagian Barat kawasan Kebun Raya Bogor. Taman ini ditata dengan indah dengan sebuah Tugu yang terletak di pusat taman tersebut yang memiliki ukiran nama seorang ahli Botani asal Belanda, Teijsman.

Nama Teijsman mungkin sedikit familiar didengar namun masih banyak masyarakat belum mengetahui apa saja yang telah diperbuat oleh ahli botani asal Belanda ini hingga dibangun sebuah tugu sebagai tanda terimakasih atas jasanya.

Baca juga: Perubahan Iklim Justru Membuat Tanaman di Puncak Gunung Bermekaran, Apa Alasannya?

Jauh sebelum terbentuk Kebun Raya Bogor, telah didirkan lembaga perkebunan pertama di kawasan Asia Tenggara bentukan pemerintah Kolonial Hindia belanda bernama, Lands Plantentuin te Buitenzorg. Lembaga ini didirikan pada pertengahan abad-19 di Bogor sebagai lembaga konservasi dan koleksi bibit tanaman yang sampelnya diambil dari berbagai pulau yang ada di Indonesia. Diawal pembentukannya lembaga ini hanya menjalankan fungsi pemeliharaan belum menjadi taman penelitian.

Pada tahun 1831, Gubernur Jenderal Van Den Bosch sebagai pimpinan negara koloni Hindia Belanda saat itu menunjuk seorang pemuda belanda ahli di bidang Botani dan sekaligus seorang Kolektor tanaman untuk menggantikan pimpinan sebelumnya yang pulang ke Belanda. pemuda tersebut bernama Johanes Elias Teijsman. 

Diawal kepemimpinannya, lembaga ini berada dibawah kondisi keterpurukan dalam berbagai sektor, namun dalam perjalanannya Teijsman mampu mengembangkan potensi yang dimiliki oleh Lands Plantetuin.

Pohon Meranti dan pohon ...Pohon Meranti dan pohon Beringin Putih yang tumbuh berdekatan tersebut telah menjadi koleksi Kebun Raya Bogor sejak tahun 1866. Para pengunjung mengenal dua pohon ini dengan sebutan pohon jodoh. (Yunaidi/ National Geographic Indonesia)

Dengan tampuk kepemimpinan berada di tangannya, ia menambah koleksi tanaman dalam kawasan ini dari 918 spesies menjadi 10.000 spesies sampai pada akhir kepemimpinannya. Namun jasa Teijsman tak hanya sampai disitu, lewat penelitiannya iya mengembangkan produk tanaman bernama Cinchona atau yang kemudian hari kita kenal sebagai tanaman Kina.

Dalam catatan sejarah, Teijsman membawa Hindia Belanda menjadi salah satu pemasok Kina terbesar di dunia dan membawa Indonesia menjadi salah satu tonggak utama produksi obat-obatan di kawasan Asia Tenggara. Dalam hal ini berdirinya salah satu pabrik obat terbesar milik Indonesia yang merupakan terusan dari pabrik obat dimasa Hindia Belanda bernama NV.  Chemicalien Handle Rathkamp yang salah satu produk unggulannya adalah produk olahan tanaman Kina.

Baca juga: Memenangkan Trump dengan Data Facebook Terungkap dari 27 Halaman Presentasi

Tidak hanya itu saja, pelopor konservasi di Indonesia ini juga yang memperkenalkan tanaman dengan famili Palmae yang kemudian hari dikenal dengan Kelapa Sawit untuk di tanam di Hindia Belanda yang seabad kemudian menjadi tanaman primadona di sektor Industri Dunia.

(Nadya Adriane Pattiasina. Sumber: PKT Kebun Raya Bogor)

KOMENTAR