Hormon Cinta, Rahasia Naluri Mengasuh yang Kuat Pada Ikan Badut Jantan
2017 / Mei / 8   12:04

Hormon Cinta, Rahasia Naluri Mengasuh yang Kuat Pada Ikan Badut Jantan

Ikan badut jantan punya naluri mengasuh yang amat kuat. Saking "lebay"-nya, jika ada telur-telur asing yang diletakkan di dekat sarangnya, dia akan merawatnya.

Hormon Cinta, Rahasia Naluri Mengasuh yang Kuat Pada Ikan Badut JantanIkan badut nan indah di Raja Ampat. (Yunaidi)

Masih ingat film animasi Finding Nemo? Di film itu, diceritakan bahwa ayah si Nemo, Marlin, khawatir berlebihan dalam menjaga Nemo. Ternyata perilaku Marlin dalam film tersebut tak jauh beda dengan realita ikan badut.

Ikan badut jantan punya naluri mengasuh yang sangat kuat. Saking "lebay"-nya, jika ada telur-telur asing yang diletakkan di dekat sarang ikan badut, dia akan merawatnya.

Perilaku ikan itu rupanya dipicu oleh hormon cinta yang bernama isotocin. Hormon tersebut mirip dengan senyawa oksitosin, hormon pada manusia dan memfasilitasi ikatan antara ibu dan bayi mereka setelah melahirkan.

Perilaku pengasuhan ikan badut jantan terhadap anak-anaknya diteliti oleh peneliti Universitas Illinois di Urbana-Champaign.

Peneliti mengambil sejumlah ikan badut jantan sebagai sampel lantas menginjeksinya dengan senyawa yang akan menghambat kerja isotocin. Hasilnya, ikan badut yang diinjeksi dengan zat tersebut jadi kurang peduli pada telur-telurnya.

Ada juga hormon lain yang mempengaruhi pengasuhan ikan badut, yaitu arginine vasotocin. Bedanya, ketika hormon ini diblokir, ikan badut jantan justru semakin meningkatkan pengasuhan dan perawatan mereka.

Justin Rhode, seorang profesor di University of Illinois sekaligus peneliti dalam studi ini mengatakan bahwa temuan ini bisa menjelaskan mengapa dalam beberapa spesies pejantan justru melakukan pengasuhan yang lebih baik.

"Tentu ini adalah proses yang sangat rumit dan akan melibatkan banyak senyawa kimia," katanya seperti dikutip dari Daily Mail, Kamis (4/5/2017).

Penelitian lebih lanjut bisa mengungkap apakah perilaku yang sama bisa terdapat pada hewan bertulang belakang. Berdasarkan yang diketahui ilmuwan saat ini, hewan bertulang-belakang, termasuk manusia, cenderung mengandalkan betina terkait dengan pemeliharaan keturunan.

Ikan badut atau yang juga sering disebut sebagai ikan anemon ditemukan di lautan Indo-Pasifik. Biasanya ikan badut bersembunyi diantara tentakel anemon yang melindungi mereka dari predator lain.

Ikan badut membentuk sebuah kelompok sosial di mana betina lebih dominan. Sementara ikan badut jantan melakukan perawatan, menjaga telur-telur dari jamur dan kotoran, mengipasi mereka untuk memberi air kaya oksigen.

(Monika Novena/Kompas.com)

KOMENTAR